Home >

7 Rumah Bantuan Tsunami Pangandaran Ludes Terbakar di Blok Pacuan Kuda Legokjawa


7 Rumah Bantuan Tsunami Pangandaran Ludes Terbakar di Blok Pacuan Kuda Legokjawa

PANGANDARAN - Kebakaran hebat menghanguskan permukiman warga di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (5/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga.

Kepala Desa Legokjawa, Ahrudin, membenarkan kebakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Namun, seorang warga perempuan sempat pingsan akibat kejadian tersebut dan kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

“Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu ibu-ibu pingsan dan sekarang sudah dibawa ke Puskesmas,” kata Ahrudin.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui. Pemerintah desa bersama warga dan pihak terkait masih melakukan penanganan serta pendataan terhadap dampak kebakaran.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami langsung mendatangi lokasi kebakaran untuk melihat kondisi warga yang terdampak.

Citra menyambangi sejumlah keluarga yang rumahnya terbakar sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa penanganan.

“Semua korban kebakaran kita cukupi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan lainnya,” ujar Citra kepada wartawan di lokasi, Senin pagi.

Menurut Citra, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan balita yang terdampak akibat kehilangan tempat tinggal.

“Terutama balita, kita juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa,” katanya.

Citra mengatakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan mengupayakan pembangunan kembali rumah warga yang ludes terbakar.

Namun, besaran bantuan untuk pembangunan setiap rumah masih dalam tahap pembahasan.

“Satu rumah diberikan bantuan untuk dibangun kembali, tapi untuk nilai besarannya sekarang belum bisa ditentukan,” ucap Citra.

Sambil menunggu proses pembangunan, pemerintah bersama BNPB menyiapkan tenda sebagai tempat tinggal atau evakuasi sementara bagi warga terdampak.

Selain tempat tinggal sementara, dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makan para korban selama masa penanganan pascakebakaran.

Dari pantauan dilokasi, sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan rumah berukuran kecil dan semi permanen. Kondisinya nyaris tidak tersisa setelah dilalap api.

Sejumlah warga sempat menyelamatkan barang-barang rumah tangga dan benda penting dengan mengevakuasinya ke halaman rumah agar tidak ikut terbakar.

Ironisnya, tujuh rumah yang ludes terbakar tersebut merupakan rumah bantuan pemerintah yang sebelumnya dibangun untuk warga terdampak tsunami Pangandaran pada 2006.





Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini