Wisata dan Kuliner
Catatan Liburan Mas Hari di Pangandaran: Hari Ketiga

Catatan Liburan Mas Hari di Pangandaran: Hari Ketiga

Hari ketiga ini kami awali dengan sarapan di hotel. Hari ini kami berencana menuju ke pantai dan cagar alam Pangandaran. Kami berangkat pagi dengan berkendara motor sewaan. Kali ini kami menyewa motor dari salah satu staf hotel dengan biaya yang sama yaitu Rp 50.000.

Kami menyusur jalan Cijulang – Pangandaran dengan santai selama sekitar 40 menit. Karena menjelang akhir tahun ya jadi tampak beberapa mobil berplat nomor Jakarta dan Bandung yang menuju ke batu karas, mungkin untuk berlibur atau menginap di sana.

Setelah memarkir motor sewaan ke tempatnya, kami lalu meuju ke pantai Pangandaran, yang terletak di depan tempat parkir motor. Disana kami di tawari oleh calo perahu. Memang harus pandai menawar disini, normalnya satu perahu isi sepuluh orang bertatif Rp 50.000 untuk mengantarkan kita ke pantai pasir putih di Cagar Alam Pangandaran. Kami juga ditawari untuk berkeliling sepanjang Cagar Alam dengan perahu dengan tarif Rp 250.000. Wah mahal sekali.. dan aku menolaknya.

Setelah deal, si calo perahu memanggil pengendara perahu dengan peluit dan butuh beberapa menit saja perahu pun datang. Kami pun di antar menuju ke pantai pasir putih di Cagar Alam Pangandaran. Kalau pantai Pangandaran sendiri pasirnya berwarna coklat, sedangkan di Cagar Alam pantainya putih bersih tanpa sampah, lautnya juga bening sampai terlihat karang-karangnya.

Cuma 5 menit saja kami naik perahu dan kami sudah tiba di pantai pasir putih di Cagar Alam.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan disana di antaranya adalah snorkling melihat karang-karang bawah laut. Di sana banyak persewaan alat-alat snorkling. Satu paket kurang lebih Rp 50.000 sepuasnya. Selain itu pengunjung bisa menyewa tikar seharga Rp 5.000 dan bisa duduk sepuasnya.

Di belakang pantai, banyak sekali monyet hutan yang berkeliaran, ada yang agresif ada juga yang pasif. Yang agresif biasanya mengambil paksa botol minuman terutama yang manis-manis atau mengambil makanan.

Jika mau berjalan kaki, diperbolehkan untuk menyusur jalan setapak mengelilingi cagar alam. Atau kembali ke pantai Pangandaran tidak menggunakan perahu lagi tapi juga bisa dengan berjalan kaki. Tidak jauh jaraknya hanya 20 menit berjalan kaki. Hanya saja selama berjalan banyak monyet-monyetnya.

Jika mau langsung cepat, naik saja Flying Fox, kalau tak salah biayanya Rp 50.000 sekali pergi saja tidak pakai pulang. Dari segi waktu cuma berbeda 15 menit. Tapi serunya gak kalah kok.

Karena kami belum membayar sewa perahunya, maka kami pulang menggunakan perahu yang sama, tinggal di telpon pengemudinya maka datanglah dia.

Sebelum tengah hari kami sudah kembali ke pantai Pangandaran. Di sana semakin banyak pengunjung karena sudah mendekati penghujung tahun 2010. Hotel dan penginapan sudah tampak ramai dengan mobil-mobil plat B dan D.

Setelah makan siang, kami kembali ke hotel. Dalam perjalanan pulang kami menyempatkan diri untuk ke pantai Batu Hiu karena penasaran seperti apa sih pantainya. Tapi disana tidak banyak pengunjung, pantainya pun tidak bisa dijadikan tempat bermain karena ada larangan untuk bermain di pantai, ombaknya terlalu besar.Tempat ini cocok untuk family gathering karena bagaikan taman di tepi pantai.

Hanya beberapa menit saja kami disana, karena kami ingin menghabiskan hari terakhir liburan kami di Pangandaran di pantai Batu Karas saja.

Setelah sholat Ashar kami bermain-main di pantai. Kami mencoba banana boat yang ada disana. Sekali naik tarifnya Rp 35.000 dengan 4 kali jatuhan (ingat semua harga harus ditawar dulu ya)

Sore tiba, kami pun packing tas karena besok pagi kami harus pulang ke Jakarta. Kami semalaman beristirahat karena perjalanan Pangandaran – Jakarta lumayan jauh.



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Wisata dan Kuliner Lainnya
Menikmati Indahnya Pangandaran Dalam Ayunan Hammock
Menikmati Indahnya Pangandaran Dalam Ayunan Hammock
Kamis, 23 Februari 2017 14:18 WIB
Hammock, mungkin mendengar kata itu sudah tidak asing lagi di telinga anak anak muda zaman sekarang. Hammock adalah sebutan untuk ayunan yang terbuat dari kain, menggunakan bahan kain pilihan tentunya, sehingga sangat kuat untuk menahan beban orang yang duduk diatasnya atau tiduran diatasnya.
SMPIT Thariq Bin Ziyad Boarding School: Siap Sambut Coding di Kurikulum 2025 dengan Digital Classroom
SMPIT Thariq Bin Ziyad Boarding School: Siap Sambut Coding di Kurikulum 2025 dengan Digital Classroom
Sabtu, 01 Maret 2025 12:16 WIB
Bekasi – Sebagai wadah utama bagi anak-anak dalam mengakses pengetahuan dan mengembangkan diri, sekolah perlu melakukan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru. Sementara itu, guna beradaptasi dengan teknologi yang semakin berkembang, pemerintah juga menginginkan agar sekolah-sekolah di Indonesia dapat beradaptasi dengan hal tersebut.
Asyiknya Long Weekend di Pantai Pangandaran, Jawa Barat
Asyiknya Long Weekend di Pantai Pangandaran, Jawa Barat
Kamis, 05 April 2012 15:27 WIB
Pantai Pangandaran di Jawa Barat bisa menjadi destinasi Anda untuk melepas kepenatan saat libur panjang kali ini. Anda dapat bersantai di pantai yang bersih, atau bertualang ke cagar alam dan olahraga air. Dijamin asyik!
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini