Sosok dan Profil
Ai Nurhidayat, Tokoh Pemuda Pangandaran di Balik Sekolah Multikultural yang Menginspirasi

Ai Nurhidayat, Tokoh Pemuda Pangandaran di Balik Sekolah Multikultural yang Menginspirasi

Parigi, Pangandaran – Trending Dalam sebuah Video TEDx Talks (2019) , Ai Nurhidayat, tokoh pemuda asal Desa Cinta Karya, Kecamatan Parigi, Pangandaran, berbagi cerita yang menginspirasi tentang perjalanannya mendirikan sekolah multikultural. Sekolah ini, yang dikenal dengan nama SMK Bakti Karya Parigi, menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dari berbagai latar belakang budaya, suku, dan agama di Indonesia.

 
Lima tahun lalu, pengalaman sederhana memunculkan ide besar dalam benak Ai. Ia mengajak dua rekannya dari Papua mengunjungi kampung halamannya. Ketika berjalan-jalan, reaksi masyarakat setempat terhadap keberadaan tamu dari luar daerah membuat Ai merenung. “Banyak yang bengong, ada yang terlihat heran. Saya sadar, keragaman belum menjadi hal yang biasa di kampung saya,” kenangnya.
 
Pengamatan ini membawanya pada kesimpulan bahwa masyarakat cenderung kurang memiliki akses untuk memahami keragaman. Terinspirasi oleh situasi ini, Ai bersama komunitas muda setempat mendirikan SMK Bakti Karya Parigi sebagai upaya untuk menyatukan perbedaan. Sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan siswa dari berbagai provinsi dan budaya.
 
Mengubah Pola Belajar, Merajut Kebersamaan
 
Dibentuk dengan konsep multikultural, SMK Bakti Karya Parigi kini memiliki 80 siswa dari 18 provinsi dengan 22 suku yang berbeda. Sekolah ini menawarkan suasana belajar yang unik. Para siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Program seperti “Kampung Nusantara” menjadi salah satu kegiatan unggulan, di mana warga setempat menyediakan rumah mereka sebagai tempat tinggal siswa dari berbagai daerah.
 
Ai menjelaskan bahwa interaksi langsung ini penting untuk membangun pemahaman dan empati. “Konflik sering kali muncul karena ketidaktahuan. Dengan hidup bersama, siswa dapat saling mengenal budaya, tradisi, dan kepercayaan satu sama lain. Ini menjadi jembatan untuk memelihara keberagaman,” ujarnya.
 
Selain itu, setiap Sabtu, SMK Bakti Karya Parigi mengundang berbagai profesional untuk berbagi pengalaman. Mulai dari seminar hingga diskusi santai, kegiatan ini memperkaya wawasan siswa dan memperluas jejaring mereka.
 
Tantangan dan Isu yang Dihadapi
 
Namun, perjuangan Ai dan komunitasnya tidak selalu mulus. Pada awal pendirian, sekolah ini sempat diterpa isu negatif, termasuk tuduhan bahwa sekolah tersebut mendukung kristenisasi atau islamisasi. Bahkan, ribuan surat keluhan tersebar ke berbagai masjid di sekitar wilayah itu. Meski begitu, Ai tetap teguh pada prinsipnya.
 
“Kami hanya ingin menyatukan perbedaan. Semua penyelenggara di sini Muslim, dan kami memastikan bahwa nilai-nilai keberagaman tetap dijaga. Pendidikan ini adalah tentang kemanusiaan dan persatuan,” tegasnya.
 
Optimisme untuk Masa Depan
 
Kini, SMK Bakti Karya Parigi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dikelola dan dirayakan. Ai berharap konsep ini dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. “Jika setiap kabupaten memiliki satu sekolah seperti ini, kita akan memiliki lebih dari 51.000 siswa yang menjadi duta keragaman. Ini akan memperkokoh persatuan Indonesia,” harapnya.
 
Dengan semangat dan dedikasi yang luar biasa, Ai Nurhidayat telah membuktikan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya mungkin, tetapi juga menjadi jalan untuk mempersatukan bangsa. SMK Bakti Karya Parigi adalah cerminan kecil dari visi besar tentang Indonesia yang harmonis dalam keberagaman.
 







Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Sosok dan Profil Lainnya
BPOM Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Media Sosial Melalui Workshop of Content Creation Bersama Digitalic
BPOM Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Media Sosial Melalui Workshop of Content Creation Bersama Digitalic
Selasa, 11 Maret 2025 11:54 WIB
Jakarta, 6 Maret 2025 — Digitalic, perusahaan digital communication agency, diundang untuk menjadi pembicara utama dalam workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Workshop yang bertajuk "Workshop of Content Creation" ini berlangsung sepanjang hari dan dihadiri oleh sekitar 75 peserta yang merupakan pengelola media sosial dari Direktorat PMPUPO BPOM.
Kepariwisataan Akan Ada di Kurikulum Sekolah di Kabupaten Pangandaran
Kepariwisataan Akan Ada di Kurikulum Sekolah di Kabupaten Pangandaran
Jum'at, 31 Juli 2015 09:58 WIB
Forum Group Discussion (FGD) Tahap 1 di gelar Selasa (28/07) oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran dengan mengundang berdiskusi diantaranya Dinas SKPD terkait, Dinas Pariwisata, Kompepar, serta menghadirkan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan total sebanyak 75 tamu undangan,
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Jum'at, 01 Oktober 2010 05:20 WIB
Indonesia memang negara unik, semua sepertinya ada di negara kepulauan terluas di dunia ini, mau cari orang termiskin ada, mau cari orang yang kaya ada, mau cari mobil mewah banyak, yang gak punya rumahpun banyak.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini