Adi Sumaryadi: Libur Nataru, Pangandaran Harus Bisa Tangkal Hoax yang Biasa Bermunculan


Adi Sumaryadi: Libur Nataru, Pangandaran Harus Bisa Tangkal Hoax yang Biasa Bermunculan

Libur Natal dan Tahun Baru menjadi musim ramai kunjungan ke Pangandaran, apalagi dibarengi dengan liburan semester anak sekolah, namun demikian momen ini sering dimanfaatkan oleh penyebar hoax tentang pantai Pangandaran, baik itu hoax jika Pangandaran tutup, ada bencana di Pangandaran ataupun hoax lainnya.

Menurut Adi Sumaryadi, Pengamat Internet sekaligus Pemerhati Pangandaran mengatakan bahwa Pemda dalam hal ini harus dapat menjadi pelopor untuk mencegah Hoax terjadi, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan Pangandaran melalui sosial media serta menempuh langkah hukum bagi penebar hoax itu sendiri.

Melakukan promosi secara masif yang dilakukan masyarakat Pangandaran baik yang secara langsung ataupun tidak mendapatkan benefit dari banyaknya kunjungan ke Pangandaran harus dilakukan melalui sosial media, baik itu Facebook, Instagram ataupun TikTok, begitupula dengan Youtube. Keempat sosial media ini harus benar-benar dimanfaatkan. Bupati bisa langsung menghimbau dan mengajak masyarakat untuk terus bergerak promosi, dan mewajibkan bagi pelaku wisata mulai dari Pengelola hotel, tour operator, penjual makanan dan minuman, pengelola kampung turis, pemilik atau pelaku usaha snorking, pelaku usaha perahu wisata dan yang lainnya. Tentu, lagi-lagi harus dicontohkan terlebih dahulu oleh Pemda dalam hal ini Bupati dan jajarannya.

Membawa ke Ranah Hukum

Pelaku hoax seperti yang sering terjadi di Pangandaran motifnya adalah mendapatkan adsense atau komisi dari penayangan videonya, membuat video hoax memang menjadi jalan ninja yang negatif untuk mendapatkan pundi-pundi dolar. Sebenarnya, pelaku hoax bila serius untuk ditelususi bisa ketemu, apalagi melibatkan kepolisian, pertanyaannya apakah Pemda mau untuk melakukan langkah ini.

Adi menambahkan bahwa penting untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap Pangandaran sehingga ketika ada berita seperti gempa atau berita yang negatif jangan cepat-cepat disebar, apalagi belum tentu kebenaranya. 

Kunjungan yang menurun ke Pangandaran dan sekitarnya akan terasa sangat khususnya untuk pelaku wisata, namun jangan dianggap sepele karena efek berantainya akan besar juga, misalnya ketika wisata sepi, maka permintaan akan bahan makanan ke Pasar juga sepi dan hal yang lainnya.

Pentingnya Peran Humas dan Badan Promosi
Peran humas, baik dari Pemda maupun dibawah Dinas Pariwisata menjadi sangat penting, sekelas Pangandaran memang sudah seharusnya memiliki Badan Promosi yang terus berstrategi, terus bersinergi mempromosikan wisata, sekaligus melakukan tindakan preventif terhadap munculnya hoax-hoax akhir tahun.

 







Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Peristiwa Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini