Bersihnya Pantai Batu Karas Bikin Peselancar Betah


Bersihnya Pantai Batu Karas Bikin Peselancar Betah

Cijulang, myPangandaran.com -

PEMANDANGAN ombak yang bergulung-gulung langsung terlihat wisatawan yang datang di Pantai Batu Karas. Begitu pula oleh rombongan yang mengikuti Family Trip, acara yang digelar Disparbud Jabar bekerja sama dengan Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Jabar ke pantai itu, Kamis (17/11).

Tidak seperti di kawasan Pantai Pangandaran yang sulit melihat ombak karena banyaknya "tenda biru" yang berjajar di muka garis pantai, di Pantai Batu Karas, walaupun suasana pagi diselimuti awan kelabu dan tidak bisa melihat sunrise, tetap terasa menenangkan dan memberi pesona tersendiri bagi wisatawan.

Menurut Usni Ridwan, staf Batukaras Surfing Club (BSC), setiap wisatawan yang ingin belajar hanya dikenai biaya Rp 150 ribu per jam, sudah termasuk instrukturnya. Namun bagi mereka yang ingin menyewa papan selancarnya saja hanya dikenakan biaya sewa Rp 75 ribu per hari.

"Kami sudah ada di sini sejak tahun 1990. Dan kebanyakan wisatawan asing menyewa papan selancar yang kebetulan mereka ingin belajar atau hanya ingin hiburan saja dengan berselancar," kata Usni, yang juga menjelaskan bahwa ombak di pantai itu pas untuk mereka yang baru bisa atau belajar berselancar karena ombaknya panjang dan tinggi ombaknya hanya 1-1,5 meter.

Selain papan seluncur, warga sekitar juga menyewakan tikar dan body-board. Mae (58) seorang warga mengatakan, banyak wisatawan lokal yang membutuhkan tikar untuk duduk-duduk di sisi pantai. Selain ada pula yang ingin bermain di pantai dengan menggunakan body-board.

"Kalau sewa body-board hanya Rp 10 ribu yang besar dan Rp 5 ribu sehari. Kalau tikar hanya Rp 10 ribu sehari," kata ibu beranak dua ini.

Pantai yang terletak di Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, atau sekitar 35 kilometer dari Pangandaran itu setiap bulan mampu menarik sekitar 70-100 orang wisman.

Kasubag TU UPTD Dinas Pariwisata Wilayah Cijulang, Andang Koswara, mengatakan, menurut catatan, tahun 2010 pantai ini mampu menarik 858 wisman dan 72.192 wisatawan lokal. Tahun 2011 hingga bulan Oktober kemarin wisman mencapai 960 orang dan lokal mencapai 97.305 orang.

"Turis asing itu kebanyakan dari Belanda, Jepang, dan Australia. Selain itu ada juga dari Swedia, Jerman, dan masih banyak lagi. Mereka ke sini karena suka main surfing," kata Andang.

Melihat daya tarik wisatawan asing dan lokal yang tinggi serta keunikan pantainya yang masih sepi, bersih, serta tertata, tak sedikit perwakilan biro perjalanan yang mulai tertarik untuk segera membuat paket wisatanya.

"Saya lihat sudah siap dipasarkan, akses jalan cukup baik, akomodasi baik dan makanan juga mudah didapat," kata Joseph Sugeng Irianto, Direktur Nawang Tour. (TribunNews)



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Peristiwa Lainnya
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini