Wisata dan Kuliner
Kepiting Soka Krispi, Oleh-oleh Khas Pangandaran

Kepiting Soka Krispi, Oleh-oleh Khas Pangandaran

MENIKMATI keindahan pantai sambil mencicipi makanan jelas menyenangkan. Ada satu kuliner khas Pantai Pangandaran yang akan sayang bila Anda lewatkan.

Pangandaran, yang terletak di bagian selatan Jawa Barat, telah lama tersohor berkat panorama alamnya. Ratusan ribu wisatawan domestik dan mancanegara datang untuk mengagumi pesonanya, seperti Green Canyon, Batu Karas, Goa Jepang, Taman Wisata Alam Pananjung, dan sebagainya.

Namun, Pantai Pangandaran tidak hanya menyimpan keindahan alam yang tiada habisnya untuk digali. Pantai berada di tepi Samudera Hindia ini juga merupakan sumber mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar nelayan. Tidak heran bila makanan laut menjadi penganan khas bagi para wisatawan.

Di sepanjang tepi pantai berjejer rumah makan yang menyediakan makanan laut segar, seperti kerang, cumi-cumi, ikan, udang, dan sebagainya. Selanjutnya, Anda bisa memilih olahan makanan laut sesuai selera; mau dibuat menu asam manis, saus tiram, saus padang, saus mentega, goreng krispi, boleh saja. Jangan lupa untuk menikmatinya bersama sebutir kelapa hijau yang menyegarkan tenggorokan. Semilir angin pantai dan suara debur ombak akan menciptakan sensasi makan berbeda.

Bila ingin mencari oleh-oleh untuk teman atau sanak keluarga, ada satu kuliner khas Pantai Pangandaran yang bisa menjadi pilihan. Di dekat pasar pelelangan ikan, terdapat puluhan penjual makanan laut krispi. Ikan bilis, cumi-cumi, kepiting soka, hingga udang digoreng renyah dengan tepung berbumbu, ditempatkan pada baskom-baskom kaleng, dan dijajakan pada warung yang tidak terlalu lebar.

“Oleh-oleh Pangandaran ini sudah ada dari saya kecil. Dulu, ibu saya juga jualan,” kata Pipih (31), salah seorang penjual kepada Okezone di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, baru-baru ini.

Bila dahulu hanya beberapa penjual yang ada, diakui Pipih kini jumlahnya mencapai sekira 25 penjual yang menempati tempat saling berdempetan dan sekat yang tidak terlalu jelas. Kebanyakan memang usaha turun-temurun.

Makanan-makanan laut ini digoreng di sudut warung yang biasanya berisi dua hingga tiga kompor. Beberapa toples besar berisi tepung berbumbu juga ada. Seafood yang telah dibeli segera dibenamkan dalam tepung lalu digoreng dalam minyak hingga terendam. Gorengan harus sering dibolak-balik agar merata kerenyahannya.

“Saya beli bahan bakunya dari tempat pelelangan, enggak boleh langsung dari nelayannya, padahal dekat pantai. Bagi-bagi rezeki juga sih,” tukasnya.

Cicipilah kepiting soka krispi, yang capitnya tidak lagi menakutkan karena terasa sangat renyah di mulut. Cangkangnya yang keras juga sangat garing. Kriuk di mulut!

Kepiting soka, udang, ikan bilis, dan cumi-cumi krispi bisa dijadikan sebagai oleh-oleh yang tahan kerenyahannya hingga beberapa hari bila kemasan plastiknya tidak dibiarkan terbuka. Harganya rata-rata Rp80 ribu tiap kilogram, bahkan bisa kurang kalau Anda pintar menawar.

Para penjual ini juga menyediakan berbagai pilihan seafood segar, yang siap diolah dalam berbagai bumbu sesuai selera. Untuk oleh-oleh, bumbu ini dikemas secara terpisah dengan makanan lautnya. Nah, bila berkesempatan liburan ke Pantai Pangandaran, seafood krispi bisa jadi buah tangan.

“Warung-warung di sini buka sampai jam 9 malam, kalau malam Minggu atau hari libur, bisa sampai jam 12 malam,” tutup Pipih. Sumber Photo dan Artikel  okefood.com



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Wisata dan Kuliner Lainnya
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Jum'at, 09 Mei 2014 11:07 WIB
Ruas Bandung-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar sudah mendesak untuk tersambung oleh layanan jalan tol. Jika tidak, akumulasi pertumbuhan kendaraan akan berdampak kepada kemacetan yang lebih parah pada momen mudik masa mendatang. “Pemerintah harus memikirkan jalan tol yang merupakan kebutuhan, karena jalur selatan itu kan sudah sempit, kelak kelok, masih berupa ruas sisa pembangunan pemerintah Belanda. Pertumbuhan kendaraan di tahun-tahun selanjutnya menjadi ancaman kemacetan yang lebih buruk,” kata anggota Komisi Perhubungan DPR Yudi Widiana Adia, di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Pemerintah Perlu Proaktif, Cara Ini Gairahkan Wirausaha
Pemerintah Perlu Proaktif, Cara Ini Gairahkan Wirausaha
Minggu, 24 Juli 2011 00:07 WIB
Perizinan selama ini selalau menjadi faktor penghambat perkembangan dunia usaha dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, untuk menggairahkan jiwa wirausaha atau entrepreneurship di kalangan anak-anak muda, mau tak mau harus membuka proses perizinan yang mudah. Pemerintah diharapkan proaktif menciptakan strategi dan kebijakan untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha di Indonesia
Bunga Raflesia, Melengkapi Wisata Kami di Cagar Alam Pangandaran
Bunga Raflesia, Melengkapi Wisata Kami di Cagar Alam Pangandaran
Rabu, 20 Juni 2012 07:07 WIB
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, masuk dari gerbang cagar alam di pantai timur dan dipandu oleh bapak Ajat, kami mengelilingi cagar alam pangandran, kami melihat dan mengunjungi berbagai tempat, kami melihat monyet dan kumpulannya, serta ada komunitas lutung.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini