Pemekaran Pangandaran
Penantian Panjang Pemekaran Pangandaran

Penantian Panjang Pemekaran Pangandaran



PANGANDARANmerupakan kawasan wisata di bagian Selatan Kabupaten Ciamis.Potensi alam di wilayah Ciamis bagian Selatan memang didominasi oleh potensi bahari.Salah satunya kawasan Pangandaran,selain menjadi tempat wisata tempat ini merupakan sumber potensi kekayaan Ciamis yang bersumber dari laut.

Selain Pangandaran,Kabupaten Ciamis mempunyai 36 kecamatan dengan desa administratif sebanyak 347 desa/kelurahan.Total luas wilayah Kabupaten Ciamis mencapai 2.566,75 km2.Luas wilayah ini,dinilai terlalu luas dan kerap dinilai menjadi kendala terjadinya percepatan pembangunan di sejumlah daerah terutama tingkat pelosok desa. Luas wilayah juga menjadi keluhan dalam pelayanan optimal dan pengolaan potensi kekayaan di Ciamis.

Hamparan potensi bahari yang dinilai belum tergali secara optimal menjadi salah satu alasan Pangandaran beserta sembilan kecamatan lain ingin berdiri sendiri menjadi daerah otonom baru (DOB) terpisah dari Kabupaten Ciamis sebagai kabupaten induk. Keinginan itu sempat menjadi pro kontra di kalangan masyarakat setempat, namun pada akhirnya hampir semua element masyarakat di wilayah Ciamis Selatan menyetujui keinginan pemekaran pangandaran yang ditandai dengan deklarasi persiapan pemekaran Kabupaten Pangandaran pada 2007 lalu.

Waktu itu,persiapan pemekaran Pangandaran terus bergulir menggelinding mendapat persetujuan 90 Badan Perwakilan Desa (BPD) yang tersebar di 10 kecamatan wilayah Ciamis Selatan,meliputi Pangandaran, Cijulang,Cigugur,Parigi,Kalipucang, Padaherang,Langkaplancar,Cimerak, Sidamulih dan Banjarsari. Bahkan,persetujuan yang ditandatangani 90 BPD itu mendapat persetujuan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sewaktu masih dijabat Tokoh Masyarakat Pangandaran Jeje Wiradinata.Persetujuan DPRD juga direspon oleh Bupati Ciamis Engkon Komara untuk dilakukan kajian oleh perguruan tinggi yang independen.

Kajian pemekaran Ciamis Selatan waktu itu dilakukan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.Hasil kajian tim menyatakan,Ciamis Selatan layak untuk dilakukan karena sudah memenuhi syarat minimal terjadinya pemekaran daerah. Koordinator Tim Pengkaji Unpad untuk Pemekaran Ciamis Selatan Deny Kurniadie waktu itu, menyimpulkan Pangandaran layak dimekarkan setelah melakukan kajian dengan dukungan data BPS tahun 2007, karena jika berdasarkan data BPS 2006 pemekaran Pangandaran dinilai belum layak.

Namun,lanjut Deni,hasil kajian tim belum cukup untuk mewujudkan pemekaran pangandaran.Agar Pangandaran bisa memisahkan diri dari Ciamis,masih diperlukan proses persetujuan dari Bupati,DPRD Jabar dan Gubernur.Setelah tahapan di daerah selesai,maka tahapan berikutnya yakni mendapat persetujuan presiden yang diawali kajian tim dari Mendagri. Melihat hasil kajian tim dan persetujuan Bupati,DPRD dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga memberikan persetujuan proses pemekaran Pangandaran.Menurut Heryawan, Pangandaran dinilai layak untuk dimekarkan dari Kabupaten Ciamis salah satunya karena kondisi geografis Kabupaten Ciamis terlalu luas.

“Pada prinsipnya sudah tidak ada persoalan dengan tahapan pemekaran dan pemekaran di Jabar sudah sangat layak.Termasuk pemekaran Kabupaten Ciamis Selatan,”ujar Heryawan saat berkunjung ke Ciamis beberapa waktu lalu. Menurut Heryawan,salah satu indikator saja,jumlah penduduk di Kabupaten Ciamis sudah setara dengan jumlah penduduk satu provinsi di daerah lain.Bisa dibayangkan jumlah penduduk di Gorontalo dibanding dengan kabupaten/kota di Jabar sangat jauh perbandinganya. “Apalagi seperti di Ciamis dan Bogor. Di Bogor saja jumlah penduduk mencapai 4,6 juta jiwa artinya melihat itu sudah sangat layak dan perlu segera mendekatkan pelayanan,”ucap Heryawan.

Namun,angin segar dari sang Gubernur ternyata masih belum cukup untuk mewujudkan keinginan pemekaran Pangandaran dari Kabuapten Ciamis.Proses persetujuan ditingkat pusat,dirasakan sejumlah tokoh masyarakat Pangandaran terasa lebih sulit dibanding persetujuan di tingkat daerah. Apalagi,belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan moratorium untuk pemekaran di semua daerah,sampai evaluasi pemekaran di semua daerah selesai dilakukan.Buntutnya,sampai saat ini pemekaran Pangandaran tidak terwujud. Sumber Harian Seputar Indonesia



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Pemekaran Pangandaran Lainnya
Empat Pantai Dalam Satu Hari
Empat Pantai Dalam Satu Hari
Kamis, 10 Mei 2012 10:23 WIB
Banyak Pantai yang telah kusinggahi untuk liburan, dari Medan (Pantai Gudang Garam), Yogyakarta (Pantai Parang Tritis, Kakap, Baron), Bali (Pantai Kuta), Semarang (Pantai Marina, Maroon). Namun diantara yang aku sebutkan diatas, ke empat pantai yang ini adalah pantai yang mungkin atau memang sangat-sangat menarik untuk dikunjungi. Sebenarnya kunjungan saya di pantai ini tidak direncanakan dan muncul begitu saja, namun tanpa saya duga ternyata ini adalah pantai yang paling menarik
 	 Liwon, Pendekar Gula Kelapa Pantai Barat Pangandaran
Liwon, Pendekar Gula Kelapa Pantai Barat Pangandaran
Selasa, 27 November 2012 06:47 WIB
Angin berhembus kencang dari Pantai Barat Pangandaran. Ombak setengah meter datang silih berganti di pantai yang cukup sohor sampai mancanegara itu. Pohon kelapa tepi Pantai Barat Pangandaran yang pernah dihantam tsunami pada 2006 itu bergoyang kesana kemari seakan ingin segera lari.
Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan
Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan
Jum'at, 06 Mei 2011 09:44 WIB
Green Canyon berada di Cijulang, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 285 km dari Jakarta (31 km dari Pantai Pangandaran).Tempat ini merupakan sekelompok gua, dengan stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di balik tebing-tebing hijau
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini