Kesehatan
Waspada! Tidak Semua Obat Boleh Digerus: Ini Dampak dan Jenis Obat yang Harus Ditelan Utuh

Waspada! Tidak Semua Obat Boleh Digerus: Ini Dampak dan Jenis Obat yang Harus Ditelan Utuh

MYPANGANDARAN - Menggerus obat seringkali dianggap sebagai solusi mudah bagi mereka yang kesulitan menelan pil. 

 
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua jenis obat aman untuk digerus? Setiap obat memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda, dan menggerusnya dapat mengubah cara kerja obat tersebut, bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya.
 
Dampak Negatif Menggerus Obat:
1. Mengurangi Efektivitas Obat: Menggerus obat dapat merusak lapisan pelindung atau mengubah struktur kimia obat, sehingga mengurangi efektivitasnya. Obat yang seharusnya memberikan efek terapi maksimal, menjadi kurang berkhasiat.
 
2. Meningkatkan Risiko Efek Samping: Menggerus obat dapat menyebabkan pelepasan bahan aktif secara tiba-tiba dan dalam dosis tinggi, yang dapat meningkatkan risiko efek samping seperti mual, pusing, bahkan keracunan obat.
 
3. Mengubah Rasa Obat: Menggerus obat dapat mengubah rasa obat menjadi lebih pahit atau tidak enak, sehingga sulit untuk dikonsumsi, terutama bagi anak-anak atau lansia.
 
4. Iritasi Lambung: Beberapa obat memiliki lapisan khusus yang melindungi lambung dari iritasi. Menggerus obat tersebut dapat menghilangkan lapisan pelindung ini dan menyebabkan iritasi atau kerusakan pada lapisan lambung.

Jenis Obat yang Tidak Boleh Digerus dan Harus Ditelan Utuh:
 
1. Obat Berlapis Enterik: Obat ini memiliki lapisan pelindung yang mencegahnya hancur oleh asam lambung dan memastikan obat dilepaskan di usus. Contohnya adalah omeprazole, pantoprazole, diclofenac sodium, dan aspirin.
 
2. Obat Pelepasan Diperpanjang/Pelepasan Berkelanjutan: Obat ini dirancang untuk melepaskan bahan aktif secara perlahan dalam jangka waktu tertentu. Menggerusnya dapat menyebabkan pelepasan bahan aktif secara tiba-tiba dan berlebihan. Contohnya adalah metoprolol ER dan Adderall XR.
 
3. Obat Kapsul yang Berisi Bubuk/Butiran: Kapsul biasanya dirancang untuk melindungi isi dari asam lambung atau memastikan bahan aktif dilepaskan di area tertentu. Menggerus kapsul dapat merusak mekanisme pelepasan ini. Contohnya adalah esomeprazole.
 
4. Obat Hormonal: Pil KB yang mengandung hormon harus dikonsumsi utuh untuk memastikan dosis yang tepat dan mencegah gangguan hormonal.
 
Konsultasi dengan Apoteker atau Dokter:
Jika Anda atau orang terdekat mengalami kesulitan menelan obat, jangan langsung menggerusnya. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk mendapatkan alternatif yang aman, seperti obat dalam bentuk cair atau tablet kunyah.
 
RSUD Pandega Pangandaran Siap Melayani
Dalam situasi darurat, RSUD Pandega Pangandaran siap memberikan pelayanan terbaik. Jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat (0265) 7503045 atau pusat informasi (0265) 7503044. Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui situs web rsudpandega.pangandarankab.go.id atau melalui WhatsApp Humas di 0821-2005-6071.
 
Semoga artikel ini bermanfaat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan obat yang benar.







Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Kesehatan Lainnya
Merintis Geng Motor Syariah
Merintis Geng Motor Syariah
Selasa, 25 Mei 2010 06:16 WIB
Pemberitaan yang sangat santer saat ini selain kasus selebritis atau artis negeri ini yang terlibat narkoba adalah pemberitaan tentang geng motor khususnya di Bandung, bagaimana tidak kehadiran geng motor sangat dikhawatirkan oleh masyarakat, saya sendiri sangat takut jikalau suatu saat pulang terlalu malam semisal dari kampus
Menunggu Berdirinya Universitas Pangandaran
Menunggu Berdirinya Universitas Pangandaran
Jum'at, 21 Maret 2014 10:29 WIB
Wacana akan kebutuhan ruang pendidikan terutama jenjang akademi dan bertaraf universitas, sudah bergulir jauh sebelum terbentuknya Pangandaran sebagai Daerah Otonimi Baru dan terbentuk sebagai Kabupaten pariwisata yaitu Kabupaten Pangandaran. Wacana tersebut rupanya sudah sampai dalam tahapan yang lebih serius mengingat pada (22/01) lalu, Penasehat Yayasan Pendidikan Pangandaran (YPP) H.Danny Setiawan yang juga mantan Gubernur Jawa Barat dan Tjatja Kuswara mantan Plt Bupati Bandung Barat serta jajaran pengurus Universitas Pangandaran (Unipan) Yayasan Pendidikan Pangandaran (YPP) bersilaturahmi dengan Pj. Bupati Pangandaran H. Endjang Naffandy. Dalam pertemuan tersebut, Selain silaturahmi, agenda tersebut sekaligus menyampaikan kabar baik yakni izin dari Dikti untuk pendirian Unipan segera terbit sehingga dalam waktu dekat ini Unipan segera terbentuk. “Agenda lainnya, kami berharap dukungan dan dorongan dari Pak Bupati demi kelancaran pendirian Unipan,”ujar Ketua YPP Unipan, Hadi Sudar
RSUD Pandega Pangandaran Identifikasi Empat Penyebab Kecelakaan Kerja, Hindari Sebelum Menyesal
RSUD Pandega Pangandaran Identifikasi Empat Penyebab Kecelakaan Kerja, Hindari Sebelum Menyesal
Rabu, 12 Maret 2025 13:00 WIB
MYPANGANDARAN - Kecelakaan kerja masih menjadi momok yang menghantui dunia industri. Di balik setiap insiden, seringkali terdapat faktor-faktor yang sebenarnya dapat dicegah.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini