Kajian Islam
Ibadah Puasa Menemani Di Dalam Kubur

Ibadah Puasa Menemani Di Dalam Kubur

Seorang Sufi besar bernama Sufyan Ats-Tsauri mengisahkan sebagai berikut:

"Aku telah tinggal di Makkah dalam kurun waktu yang lama. Ada salah seorang laki-laki dari penduduk Makkah yang setiap harinya selalu datang ke masjid pada tengah hari. Lalu ia thawaf dan melaksanakan shalat dua rakaat. Setelah itu ia memberi salam kepadaku lalu pulang ke rumahnya. Maka tumbuhlah rasa kasih sayangku padanya, dan aku senantiasa mengunjunginya.

Suatu ketika, lelaki itu jatuh sakit, lalu ia memang gilku dan berkata, "Jika aku mati, aku harap engkau me mandikan jenazahku, menyalatkan dan menguburkanku, dan pada malam harinya, janganlah engkau tinggalkan aku sendirian di dalam kubur. Kemudian tuntunlah aku dengan kalimat tauhid, untuk menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir." Akupun menyanggupi untuk mengem¬ban amanah tersebut.

Maka pada saat ia meninggal dunia, semua amanah itu aku laksanakan, dan aku berada di dekat kuburnya semalam untuk mendoakannya. Dan ketika aku berada dalam keadaan antara tidur dan terjaga, tiba- tiba aku mendengar ada suara yang berseru dari atasku, "Wahai Sufyan. Dia tidak membutuhkan penjagaanmu, tuntunanmu dan juga tidak butuh ditemani olehmu. Ada yang telah menemani dan menuntunnya." Lalu aku bertanya, "Apakah yang menjadi sebab dari semua ini?" Suara itu menjawab, "Semua itu disebabkan oleh puasa Ramadhan yang ditunaikannya, dan diteruskan dengan puasa enam hari bulan Syawal."

Lalu, akupun terjaga, tapi aku tidak melihat seorangpun di dekatku. Kemudian aku berwudhu dan shalat, dan aku tidur. Dalam tidurku, aku memimpikan hal yang sama, dan mimpi itu terulang sampai tiga kali. Maka aku menyadari bahwa mimpi itu berasal dari Allah Swt, dan bukan dari setan. Akupun meninggalkan kuburan lelaki tersebut dan berdoa, "Ya Allah, dengan karunia dan Kemuliaan-Mu, berilah aku kemampuan untuk dapat menjalankan ibadah puasa seperti itu." 

(Dikutip dari An- Nawadir, karya, Ahmad Syihabuddin al-Q.alyubi).



#




Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Kajian Islam Lainnya
Pangandaran Saat Senja Seusai Hujan
Pangandaran Saat Senja Seusai Hujan
Jum'at, 18 Februari 2011 04:38 WIB
HUJAN baru saja reda. Sisanya masih terlihat jelas. Pantai Pangandaran yang biasanya disesaki wisatawan, sore itu lengang. Sepanjang pantai sisi barat, di bawah langit yang masih mendung, hanya terlihat beberapa pengunjung bermain air.
Pembuatan Dodol Pangandaran Simbol Gotong Royong Antar Warga
Pembuatan Dodol Pangandaran Simbol Gotong Royong Antar Warga
Kamis, 25 November 2010 08:25 WIB
Dodol merupakan makanan yang sudah terkenal di negeri ini bahkan di salah satu kota di Jawa Barat dodol menjadi salah satu makanan khas daerah.Di Pangandaran dodol sudah dikenal masyarakatnya sejak dahulu kala, ada juga yang menyebutnya dengan "Jenang".Dodol biasanya disediakan pada acara-acara adat seperti ruwatan,hajatan atau hari raya lebaran.
Kehidupan Seorang Petani Gula Jawa di Pangandaran
Kehidupan Seorang Petani Gula Jawa di Pangandaran
Sabtu, 10 November 2012 08:41 WIB
Menderes kelapa tentu bukanlah cita-cita dari kecil, namun pekerjaan ini bukanlah tidak baik atau dilarang. Apalagi hasil dari apa yang dikerjakanya bermanfaat bagi orang lain. Mungkin di telinga kita sudah tidak asing lagi dengan yang nama nya gula jawa, yang merupakan hasil akhir dari kegiatan menderes kelapa setelah melewati beberapa proses pengerjaan.