Wisata dan Kuliner
Bunga Raflesia, Melengkapi Wisata Kami di Cagar Alam Pangandaran

Bunga Raflesia, Melengkapi Wisata Kami di Cagar Alam Pangandaran

Haii myPangandaran Lovers semuanya, perkenalkan dulu saya adalah Heru, salah satu wisatawan asal Bandung yang datang ke Pangandaran pada 16 Juni 2012 lalu, dan kali ini saya akan bercerita kisah kami saat berlibur di Pangandaran, Jangan beranjak dulu yah, oh iya sebelumnya saya kenalin terlebih dahulu deh temen-temen yang bareng Heru di Pangandaran. 


Heru
Dari Kiri Ke Kanan Amel, Yuana, Andri. Mulai petualangan ke Cagar Alam. Tanpa persiapan dan tanpa diduga akan jalan ke Waterfall yang memang katanya ada di Cagar Alam Pangandaran yang airnya langsung terjun dan mengalir ke Laut. Sehingga semua salah kostum....

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, masuk dari gerbang cagar alam di pantai timur dan dipandu oleh bapak Ajat, kami mengelilingi cagar alam pangandran, kami melihat dan mengunjungi berbagai tempat, kami melihat monyet dan kumpulannya, serta ada komunitas lutung, landak di gua parat serta kijang di daerah lapangan banteng, walaupun kami tidak melihat bantengnya. hanya jejak banteng dan kotorannya saja yang kami jumpai. 

Heru

Lebatnya hutan Cagar Alam kami lanjutkan, banyak pemandangan-pemandangan indah yang kami temukan selama dalam perjalanan...wah ternyata kami menemukan bunga Soka juga..sepertinya ini adalah bunga soka hutan yang memang tumbuh di Cagar Alam Pangandaran.

Soka Pangandaran

Perjalan semakin lelah sepertinya... tibalah kami di sebuah spot dan banyak terdapat (kumpulan) bunga bangkai... terbayarlah rasa lelah dengan menemukan hamparan bunga bangkai.....
Bunga Bangkai Pangandaran

Bunga bangkai yang kami temukan sepertinya sedang merekah, pembaca semuanya bisa melihatnya sendiri...jarang-jarang banget kami bisa melihat bunga ini karena di Pangandaran juga bunga ini tidak tumbuh sepanjang tahun tetapi pada saat-saat tertentu saja. Sepertinya moment ini tidak dapat kami lewatkan saat kami berlibur di Pangandaran, sangat menyenangkan dan mengasyikan....nah ini ceritaku...mana ceritamu?

Photo dan artikel kiriman dari Heru Pranoto salah satu Karyawan FISIP Unpar Bandung



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Wisata dan Kuliner Lainnya
Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas?
Tugu Welcome to Pangandaran, Kenapa Jadi Warna Emas?
Jum'at, 02 Desember 2011 17:26 WIB
Kuciwa, begitu kata terlontar dari big bosku dulu untuk mengomentari sebuah hasil design terburuk yang pernah dilihat. Tiada lain alias tiada bukan, Kuciwa adalah kata plesetan dari kata KEKECEWAAN yang teramat sangat.
Kisah Nelayan Udang Lobster Tradisional
Kisah Nelayan Udang Lobster Tradisional
Jum'at, 08 November 2013 11:29 WIB
Hari mulai senja, nampak puluhan orang dengan berbagai peralaan berupa jaring dengan lingkaran besi berbentuk bundar, tengah sibuk di garapnya diantara lereng bebatuan pantai Nusa Kalapa Karapyak, iya, mereka adalah para nelayan pencari udang lobster tradisional. Dengan peralatan seadanya mereka mengarungi laut dengan terjal batu karangnya untuk menebar jaring perangkap udang tersebut hanya dengan bantuan ban dalam bekas yang mereka modif sedemikian rupa agar dapat terapung diatas ombak laut.
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Air Terjun, Berpetualang di Cagar Alam Pangandaran Bagian 2
Minggu, 30 Januari 2011 16:58 WIB
Tak banyak wisatawan tahu, kalau cagar alam pangandaran mempunyai air terjun. Ini dikarenakan lokasi harus ditempuh dengan jalan kaki selama 1-2 jam untuk mencapai air terjun setinggi kurang lebih 30 meter itu. Dimana airnya langsung terjun ke samudra hindia, diujung selatan cagar alam.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini