Pendidikan dan Budaya
Kepariwisataan Akan Ada di Kurikulum Sekolah di Kabupaten Pangandaran

Kepariwisataan Akan Ada di Kurikulum Sekolah di Kabupaten Pangandaran

Pangandaran, myPangandaran - Forum Group Discussion (FGD) Tahap 1 di gelar Selasa (28/07) oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran dengan mengundang berdiskusi diantaranya Dinas SKPD terkait, Dinas Pariwisata, Kompepar, serta menghadirkan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan total sebanyak 75 tamu undangan, bertempat di aula pertemuan Hotel Krisna 2 Pangandaran.

Tema yang digulirkan kali ini yaitu kegiatan kerjasama kelembagaan bidang pendidikan antara pemerintah kabupaten Pangandaran dengan Universitas Pendidikan Indonesia dalam pengembangan kerangka kerja pendidikan berwawasan wisata tahun 2015, dalam kegiatan tersebut juga di hadiri oleh pejabat bupati Kabupaten Pangandaran Drs. Daud Achmad dan dalam sambutanya beliau menegaskan perlunya kajian tersebut dan diharapkan dapat benar-benar menghasilkan yang akan dapat di jadikan bahan referensi atau rujukan serta kajian di masa mendatang, dan kerangka tersebut merupakan pondasi atau dasar bagaimana generasi mendatang dapat lebih mengembangkan kabupaten Pangandaran dalam visi dan misi di 2035 sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia, tempat yang aman dan nyaman berlandaskan norma agama, dan beliau mengapresiasi Dinas pendidikan kabupaten Pangandaran yang telah memprakarsai pemikiran tersebut. Bahwa materi kepariwisataan kedepan akan ada dalam kurikulum pendidikan di Kabupaten Pangandaran.

Kemudian FGD tahap 1 di lanjutkan pemaparan akademisi dengan di pimpin oleh kasie pendidikan kabupaten Pangandaran Dr. Sobirin sebagai penata diskusi antara akademisi dengan undangan yang hadir. Akhirnya pertemuan berakhir dengan sepakat bahwa materi kepariwisataan ada dalam kurikulum pendidikan di kabupten Pangandaran, dengan mengenalkan semua potensi objek wisata unggulan serta sejarah dan berbagai persoalan di bidang pariwisata, agar para siswa nantinya mempunyai bekal ketika lulus dan berbaur dengan masyarakat dan dapat bercerita kepada para wistawan ketika ada yang berinteraksi. Dan FGD akan di lanjutkan ke Tahap ke 2 yaitu mengenai teknis dan pembahasan rancangan yang akan di tuangkan dalam kurikulum dan dengan pemaparan dari akademisi tentunya.



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Pendidikan dan Budaya Lainnya
Romantisme Api Unggun di Pangandaran yang Tak Terungkap
Romantisme Api Unggun di Pangandaran yang Tak Terungkap
Senin, 05 Juli 2010 06:13 WIB
Masih melanjutkan cerita tentang jalan-jalan ke Green Canyon dan Pangandaran, kali ini aku akan bercerita tentang kegiatan kami di Pantai Pangandaran ketika malam hari. Memang, berdasarkan jadwal acara Sabtu malam itu akan diisi dengan makan bersama di pinggir pantai Pangandaran, ditemani api unggun. Dengan catatan, tidak hujan!
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Menunggu di Bangunya Jalan Tol Lintas Selatan
Jum'at, 09 Mei 2014 11:07 WIB
Ruas Bandung-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar sudah mendesak untuk tersambung oleh layanan jalan tol. Jika tidak, akumulasi pertumbuhan kendaraan akan berdampak kepada kemacetan yang lebih parah pada momen mudik masa mendatang. “Pemerintah harus memikirkan jalan tol yang merupakan kebutuhan, karena jalur selatan itu kan sudah sempit, kelak kelok, masih berupa ruas sisa pembangunan pemerintah Belanda. Pertumbuhan kendaraan di tahun-tahun selanjutnya menjadi ancaman kemacetan yang lebih buruk,” kata anggota Komisi Perhubungan DPR Yudi Widiana Adia, di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Sendratari Musikal “Nini Antéh Ngabungbang Jaman”: Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi di Pangandaran
Sendratari Musikal “Nini Antéh Ngabungbang Jaman”: Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi di Pangandaran
Senin, 09 Desember 2024 09:55 WIB
Pangandaran – Pada Sabtu malam, 7 Desember 2024, langit Pantai Pangandaran menyaksikan sebuah peristiwa budaya yang tidak hanya memukau secara seni, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harmoni dan toleransi antarumat beragama.
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini