Campur-Campur
Merintis Geng Motor Syariah

Merintis Geng Motor Syariah

Pemberitaan yang sangat santer saat ini selain kasus selebritis atau artis negeri ini yang terlibat narkoba adalah pemberitaan tentang geng motor khususnya di Bandung, bagaimana tidak kehadiran geng motor sangat dikhawatirkan oleh masyarakat, saya sendiri sangat takut jikalau suatu saat pulang terlalu malam semisal dari kampus, hampir semua jalan yang saya lewati adalah jalur operasi geng motor seperti yang diberitakan media di Bandung yaitu Jl. Ahmad Yani selanjutnya masuk ke Supratman, Jembatan Pasupati, Sukajadi hingga Setiabudi. Terinspirasi oleh penceramah di Masjid senin lalu, bagaimana kalau kita ubah geng motor tadi menjadi geng motor syariah?

Upaya merubah suatu geng motor memang sangat susah, tapi setidaknya ada upaya bagaimana merubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa orang-orang yang sering berkumpul menggunakan motor adalah geng motor padahal ada sebagian kumpulan motor itu tergabung dalam club motor.

Inimah hanya mimpi "jorok" saja, mudah-mudahan suatu saat bisa terlaksana. Geng motor syariah ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan geng motor syariah hanya bertolak belakang saja, ciri ciri itu antara lain :

  1. Menggunakan nama yang lebih enak didengar orang atau kalau memungkinkan lebih islami sedikit misalkan Ababil, wah masih serem. atau terserah temen-temen.
  2. Tidak melakukan coret-mencoret dijalan, justru membawa kaleng-kaleng cat yang siap membersihkan cet-cet jalanan yang sudah lapuk
  3. Kalau geng motor membawa celurit saat dijalan, geng motor syariah membawa sapu lidi, pengki dan tong sampah, kalau geng motor mendatangi sebuah minimarket merusak dan mengambilin isi di dalamnya, kalau geng motor syariah beda, datang ke mini market, bersihkan halamannya, bersihkan kacanya dan beli barang-barang yang bermanfaatnya.
  4. Cara perekrutanpun tidak begitu sulit, dalam perekrutan harus ditampilkan tetap mencoba mencari orang-orang yang kuat fisiknya karena akan sering membawa sapu lidi di daerah-daerah tertentu saat operasi. Hal yang dilakukan saat perekrutan yaitu dengan cara membantu ibu-ibu mengangkatkan dagangannya ke becak di pasar dengan di liat oleh panitia, kalau ibu-ibu itu puas berarti diterima di geng motor syariah.
  5. Satu hal lagi, jika satu geng motor syariah bertemu dengan geng motor lainnya maka tidak langsung berkelahi melain kan berjabat tangan saling peluk dan diakhiriri dengan makan-makan dan tausiyah.

Semuanya bukan mimpi, kalau kita mau pasti suatu saat bisa terwujud pasti lebih baik hasilnya, siapa yang mau komentar ?



#




Anda mempunyai konten untuk ditayangkan di myPangandaran.com dan jaringannya seperti berita, opini, kolom, artikel, berita foto, video, release Perusahaan atau informasi tempat bisnis di Pangandaran. Kirimkan tulisan anda melalui Kontribusi dari Anda
Banner Header

Berikan Komentar Via Facebook

Campur-Campur Lainnya
Berencana Rayakan Tahun Baru di Pantai Pangandaran? Simak Tipsnya
Berencana Rayakan Tahun Baru di Pantai Pangandaran? Simak Tipsnya
Senin, 26 Desember 2011 05:07 WIB
Punya rencana merayakan tahun baru di Pangandaran, bagi yang belum sama sekali merayakan tahun baru di Pantai Pangandaran atau wisata-wisata disekitarnya silahkan simak beberapa tips yang akan kami sajikan untuk anda dibawah ini.
Goodbye Pangandaran, Obrolan Ringan Si Kabayan dan Kang Otong
Goodbye Pangandaran, Obrolan Ringan Si Kabayan dan Kang Otong
Rabu, 24 Oktober 2012 05:35 WIB
Kang Otong mampir di rumah Kabayan. Sodara jauh Kabayan itu selama ini tinggal di Ciamis jadi petani kelapa dan pengrajin minyak kelapa berikut produk turunannya; galendo yang harganya lebih menguntungkan ketimbang minyak atau bahkan buah kelapanya sendiri
Rapat Koordinasi Sinegritas Pembangunan Kabupaten Kota Jabar-Jateng
Rapat Koordinasi Sinegritas Pembangunan Kabupaten Kota Jabar-Jateng
Kamis, 26 Februari 2015 08:08 WIB
Rabu (25/02) telah di adakan rapat koordinasi sinegritas pembangunanbidang pemerintahan antara Kabupaten/Kota daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Rapat koordinasi tersebut membahas beberapa issu permasalahan khususnya yang terjadi di daerah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Rapat koordinasi di laksanakan di Aula gedung Tourism Information Center (TIC) Kabupaten Pangandaran, dengan di hadiri oleh Bupati Pangandaran, serta sebagai fasilitator dari Kepala BKPP Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, dan di hadirkan Narasumber dari daerah Cilacap, Ciamis, dan Banjar. Dibahas mengenai masalah dan solusi serta kerjasama yang dapat di lakukan menyangkut berbagai issue yang berkembang seperti penanganan pemerintah daerah di wilayah perbatasan seperti, pemantauan batas wilayah, penanganan gepeng, pengemis, dan tuna wisama, penyakit masyarakat, serta di bahas juga mengenai issue ISIS, dan kerjasama di bidang promosi, pengamanan dan monitoring, sampai wacana operasi bersama antar daerah perbat
Mau booking hotel, penginapan, travel dan tour? call 0265-639380 atau klik disini