Karnaval HUT ke-81 RI, Emak-emak Bagong Gunung di Padaherang Curi Perhatian dengan Kostum Daun Talas dan Sabut Kelapa
Oleh Amin Pnd pada Sabtu, 15 Agustus 2026 19:07 WIB
PANGANDARAN – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Beragam kegiatan digelar masyarakat untuk menyambut hari kemerdekaan, salah satunya melalui karnaval.
Kemeriahan karnaval di Kecamatan Padaherang turut mencuri perhatian setelah sekelompok emak-emak dari Dusun Cibuntu, RT 26 RW 10, Desa Kedungwuluh, tampil dengan kostum unik yang terbuat dari bahan-bahan sederhana.
Kelompok yang menamakan diri Bagong Gunung tersebut tampil menggunakan penutup wajah dari daun talas dan sabut kelapa. Penampilan mereka kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian dari sejumlah akun Instagram besar hingga tawaran dari beberapa stasiun televisi.
Salah satu anggota kelompok Bagong Gunung, Heni Raditya, mengatakan kostum tersebut dibuat karena keterbatasan biaya. Mereka memilih memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan daripada harus membeli perlengkapan khusus.
“Inspirasina karena tidak punya modal untuk mengikuti karnaval, jadi memanfaatkan bahan yang ada, tidak usah beli,” ujar Heni, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Heni, keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat para emak-emak untuk ikut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi mereka, keikutsertaan dalam karnaval bukan semata-mata soal memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkarya, bersenang-senang dan menunjukkan kreativitas masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan.
Meski penampilan Bagong Gunung mendapat sambutan luas dan viral di media sosial, kelompok tersebut belum berhasil meraih juara dalam perlombaan karnaval.
Namun, hal itu tidak membuat mereka patah semangat. Heni mengatakan kelompok Bagong Gunung berencana terus berkarya dan kembali menampilkan kreativitas mereka pada perayaan HUT Kemerdekaan tahun depan.
Kelompok Bagong Gunung sendiri beranggotakan para ibu dengan berbagai latar belakang pekerjaan. Dalam kesehariannya, mereka merupakan ibu rumah tangga, buruh harian lepas hingga pekerja serabutan.
Kreativitas sederhana yang awalnya dibuat karena keterbatasan biaya justru membawa kelompok tersebut menjadi perhatian publik. Video penampilan mereka bahkan telah dibagikan ulang oleh sejumlah akun Instagram besar dan mendapat tawaran untuk tampil di televisi.
Bagi emak-emak Bagong Gunung, viral di media sosial menjadi bonus. Yang terpenting, semangat kebersamaan dan kreativitas tetap hidup dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.