Indonesia Derby 2026, Susi Pudjiastuti Kenang Pacuan Kuda Pangandaran Sejak Masa Kecil
Oleh Amin Pnd pada Senin, 27 Juli 2026 07:56 WIB
PANGANDARAN - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengenang panjang sejarah pacuan kuda di Pangandaran yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda menjadi modal besar untuk mengembangkan event pacuan kuda sebagai daya tarik wisata daerah.
Susi mengaku telah mengenal pacuan kuda di Pangandaran sejak dirinya berusia sekitar 10 tahun. Hingga saat ini, ia melihat antusiasme masyarakat terhadap event tersebut tidak pernah surut.
“Setelah saya punya ingatan itu umur 10 tahun saja, saya sudah nonton pacuan kuda di Pangandaran. Sampai dengan hari ini, masyarakat masih antusias,” ujarnya saat saat sesi wawancara Kejurnas Derby 2026, Minggu (26/7/2026).
Menurut Susi, keberhasilan sebuah event sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat yang akomodatif, sportif, dan memang menyukai kegiatan tersebut. Hal itu dinilai menjadi keuntungan besar bagi Pangandaran dalam mengembangkan pacuan kuda sebagai agenda wisata unggulan.
Ia menilai, apabila dukungan masyarakat sudah terbentuk, maka sebagian besar pekerjaan dalam penyelenggaraan event telah selesai. Pemerintah dan penyelenggara hanya perlu menyiapkan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai agar kegiatan dapat berjalan optimal.
Susi juga mengingatkan bahwa masyarakat Pangandaran telah terbiasa dengan tradisi pacuan kuda sejak lama. Meski sempat terhenti akibat penutupan sejumlah lokasi pacuan kuda seperti Tapak Doyong dan Cikembulan, ia berharap hal serupa tidak kembali terjadi.
“Mudah-mudahan tidak boleh ada lagi yang menutup lokasi lapang pacuan kuda legok jawa ini. Kalau ada, saya demo. Karena ini tempat yang terbaik saat ini,” tegasnya.
Ia pun berharap lokasi pacuan kuda legok jawa dapat dipertahankan dan tidak dipindahkan lagi. Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah berbagai kendala atau bottleneck dalam penyelenggaraan event, mengingat Pangandaran kini semakin banyak menggelar berbagai kegiatan yang mampu menarik wisatawan.
Lebih lanjut, Susi mengusulkan agar pacuan kuda di Pangandaran dapat digelar dua hingga tiga kali dalam setahun. Menurutnya, satu event dapat diselenggarakan oleh daerah dan satu lainnya pada tingkat provinsi sehingga mampu menarik lebih banyak penonton dan wisatawan.
“Kalau bisa dua atau tiga kali dalam setahun. Saya yakin pasti lebih banyak yang menonton,” katanya.
Susi menambahkan, sejak dahulu Pangandaran sudah dikenal sebagai daerah pacuan kuda sekaligus kota wisata. Kombinasi keduanya dinilai menjadi pangsa pasar yang potensial untuk terus dikembangkan sebagai salah satu daya tarik unggulan Kabupaten Pangandaran.