Coretan Warna Tanpa Batas, Dua Penyandang Disabilitas Pangandaran Berkarya untuk Hari Bhayangkara ke-80
Oleh Amin Pnd pada Jum'at, 17 Juli 2026 17:03 WIB
PANGANDARAN – Suasana Ruang Humas Polres Pangandaran, Jumat (17/7/2026), tampak berbeda dari biasanya. Bukan deretan berkas atau aktivitas kepolisian yang mendominasi ruangan, melainkan perpaduan warna, goresan kuas, dan semangat dua penyandang disabilitas yang tengah menuangkan imajinasi mereka di atas kanvas.
Dengan penuh konsentrasi, Rizki Aprilia (16), penyandang disabilitas tuna rungu, dan Handi Riawan (32), penyandang disabilitas tunadaksa, larut dalam proses melukis. Sesekali mereka menghentikan sapuan warna, memandangi bidang gambar sejenak untuk mencari inspirasi, lalu kembali melanjutkan setiap goresan dengan ketelitian yang mencerminkan kesungguhan.
Tak banyak kata yang terucap. Namun, setiap warna yang mereka pilih seolah menjadi bahasa yang menyampaikan semangat, harapan, dan mimpi. Ekspresi serius berpadu dengan senyum tipis menghiasi wajah keduanya hingga karya mereka perlahan mulai terbentuk.
Lomba melukis tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polri. Rizki dan Handi dipercaya menjadi perwakilan Polres Pangandaran setelah melalui proses seleksi bersama para guru pendamping.
Plt. Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, mengatakan hasil karya kedua peserta nantinya akan dikirimkan ke Mabes Polri untuk mengikuti penilaian pada tingkat nasional.
"Mereka dipilih untuk mewakili Polres Pangandaran pada lomba melukis tingkat Mabes Polri. Nantinya hasil karya para peserta akan diunggah dan dikirimkan kepada Mabes Polri untuk dinilai," ujarnya.
Bagi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pangandaran, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk pengakuan bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Sekretaris Jenderal PPDI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah, mengapresiasi langkah Polri yang telah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan mereka melalui seni.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Jawa Barat, Kapolres, dan Wakapolres Pangandaran atas terselenggaranya lomba melukis khusus bagi penyandang disabilitas.
"Program ini menjadi wadah bagi teman-teman disabilitas untuk mengembangkan bakat melukis yang mereka miliki. Kami harap, ke depan semakin banyak perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas agar potensi mereka dapat terus berkembang," katanya.
Di balik setiap goresan yang tercipta hari itu, tersimpan pesan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Melalui seni, Rizki dan Handi membuktikan bahwa semangat, kreativitas, dan tekad mampu berbicara lebih lantang daripada segala keterbatasan. Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi juga inspirasi tentang kesetaraan, keberanian, dan harapan.