myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

BNPB Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana di Pangandaran, Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Oleh Amin Pnd pada Rabu, 15 Juli 2026 15:17 WIB

PANGANDARAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pangandaran sebagai upaya memperkuat mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah pesisir. Pembentukan forum tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan edukasi kebencanaan selama dua hari, 14–15 Juli 2026, di kawasan Pantai Barat Pangandaran, dan dihadiri perwakilan BPBD Provinsi Jawa Barat.

 
Koordinator Tim Pemberdayaan Sumber Daya Penthalik BNPB, Iis Yulianti, mengatakan pembentukan FPRB merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang tangguh terhadap risiko bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
 
Menurutnya, hingga saat ini telah terbentuk 25 Forum Pengurangan Risiko Bencana di tingkat provinsi dan sekitar 50 forum di tingkat kabupaten/kota di Indonesia. BNPB terus mendorong seluruh daerah untuk memperkuat kapasitas mitigasi mengingat Indonesia memiliki hampir seluruh jenis ancaman bencana.
 
"Pangandaran dipilih karena memiliki sejarah bencana besar, salah satunya tsunami 2006. Peristiwa itu harus menjadi pembelajaran. Tujuan dibentuknya FPRB adalah agar pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting demi masa depan dan keselamatan anak cucu kita," ujar Iis, Selasa, 14 Juli 2026.
 
Ia menjelaskan, dampak bencana berskala besar dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang sehingga diperlukan upaya mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Setelah kepengurusan FPRB terbentuk, BNPB berharap forum tersebut segera menyusun program kerja yang konkret sebagai pedoman dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pemerintah pusat terus memberikan dukungan kepada daerah dalam membangun ketangguhan menghadapi berbagai potensi bencana.
 
Menurut Dodo, Kabupaten Pangandaran termasuk daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Ancaman yang dihadapi meliputi tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga abrasi pantai. Ia menyebut satu-satunya ancaman bencana alam yang tidak dimiliki Pangandaran adalah letusan gunung berapi.
 
"Risiko bencana di Pangandaran sangat banyak. Karena itu kita harus selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," katanya.
 
Dodo menambahkan, keberadaan Forum Pengurangan Risiko Bencana diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
 
"Dengan adanya FPRB, kami berharap upaya mitigasi, edukasi, dan penanggulangan bencana di Pangandaran dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan," ujarnya.