myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Jalur Alternatif jadi Opsi, Dedi Mulyadi Siapkan Jembatan Permanen Ganti Jembatan Gantung Pongpet

Oleh Amin Pnd pada Sabtu, 05 September 2026 20:16 WIB

PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya mengunjungi jembatan gantung pongpet Margacinta Kabupaten Pangandaran di dampingi oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Sabtu (5/9/2026).

 
Dedi Mulyadi dorong pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang untuk menggantikan jembatan gantung yang berada di wilayah Margacinta, Kabupaten Pangandaran.
 
Menurut Dedi, pembangunan jembatan permanen perlu diawali dengan survei terhadap sejumlah jalur alternatif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lokasi pembangunan memiliki aksesibilitas yang baik sekaligus memenuhi aspek keselamatan dan teknis konstruksi.
 
Dedi mengatakan, jembatan gantung tersebut secara historis telah mampu bertahan sejak 1992 berkat gotong royong dan swadaya masyarakat. Bahkan, sejumlah tokoh lokal yang turut menginisiasi pembangunan jembatan tersebut kemungkinan masih ada hingga saat ini.
 
Namun, menurutnya, kondisi teknis dan tuntutan keselamatan saat ini membutuhkan evaluasi yang jauh lebih ketat.
 
“Meski jembatan gantung tersebut sudah terbukti mampu bertahan sejak tahun 1992 berkat gotong royong dan swadaya masyarakat, faktor teknis dan keselamatan saat ini tentu memerlukan evaluasi yang jauh lebih ketat,” ujar Dedi Mulyadi.
 
Ia menilai, bentang jembatan yang terlalu panjang serta tingkat kecuraman yang ekstrem menjadi pertimbangan penting dalam menentukan solusi infrastruktur ke depan.
 
Karena itu, pembangunan jembatan permanen dinilai menjadi pilihan yang lebih tepat, dengan terlebih dahulu melakukan survei dan pendataan terhadap beberapa jalur alternatif.
 
Survei tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai rute terbaik, termasuk dari sisi jarak, aksesibilitas, kondisi geografis hingga keamanan konstruksi.
 
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perbandingan jarak dan aksesibilitas. Pemerintah perlu memastikan jalur yang dipilih benar-benar dapat memangkas waktu dan jarak tempuh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
 
Di sisi lain, kondisi geografis juga harus menjadi pertimbangan utama. Survei diperlukan untuk menghindari kontur tanah maupun titik tumpu yang terlalu curam atau memiliki tingkat kerawanan tinggi.
 
“Dengan survei dan pendataan teknis, beberapa aspek krusial bisa dipetakan secara objektif, termasuk perbandingan jarak dan aksesibilitas serta mitigasi risiko geografis,” katanya.
 
Dedi menegaskan, jembatan permanen yang nantinya dibangun harus memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang.