myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Bupati Pangandaran Ungkap Detik-Detik Jembatan Pongpet Patah Saat Peresmian

Oleh Amin Pnd pada Selasa, 01 September 2026 12:23 WIB

PANGANDARAN - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkap detik-detik menegangkan saat jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengalami kerusakan saat prosesi peresmian, Minggu sekitar pukul 16.15 WIB.

 
Insiden terjadi ketika Citra bersama rombongan memenuhi undangan Dandim untuk meresmikan Jembatan Gantung Pongpet. Setelah prosesi gunting pita selesai, rombongan mulai berjalan melintasi jembatan.
 
Saat berada di bagian tengah jembatan, Citra mulai merasakan guncangan cukup kuat dan kondisi jembatan terasa tidak stabil. Ia kemudian sempat menoleh ke belakang dan meminta rombongan untuk mundur.
 
"Di agak tengah itu sudah mulai goyang dan terasa tidak stabil. Saya sempat tengok ke belakang dan memberi instruksi agar rombongan mundur," ujar Citra saat ditemui di ruang kerjanya, Pendopo Bupati Pangandaran, Parigi, Selasa (1/9/2026).
 
Tak lama kemudian, salah satu sling atau kabel baja penahan jembatan di bagian kanan patah. Posisi jembatan pun langsung miring secara drastis sehingga sejumlah orang yang berada di atasnya kehilangan keseimbangan dan terpental.
 
Citra mengatakan, saat kejadian dirinya berada di bagian tengah jembatan. Ia sempat kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya berada dalam posisi setengah tengkurap dan harus merangkak untuk menyelamatkan diri.
 
Dalam kondisi tersebut, Citra berusaha bertahan dengan memegang erat pelat besi yang menjadi bagian dari struktur penopang jembatan.
 
"Posisi saya sudah setengah tengkurap. Saya pegang erat pelat besi di tengah pijakan kayu," tuturnya.
 
Beruntung, Camat Cijulang yang berada tidak jauh dari posisi Bupati langsung sigap menarik tangan kanan Citra untuk mengevakuasinya menuju tepi jembatan.
 
Citra selamat dari insiden tersebut, meski mengalami pembengkakan pada bagian pergelangan tangan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan cedera tersebut terjadi, apakah akibat menahan beban tubuh saat terjatuh atau karena benturan.
 
Mengenai kemungkinan adanya firasat sebelum kejadian, Citra mengatakan tidak merasakan hal tersebut. Menurutnya, kedatangannya ke lokasi murni untuk memenuhi undangan peresmian jembatan.
 
Bahkan, sebelum jembatan mengalami kerusakan, Kepala Desa Margacinta yang berada di belakangnya sempat menanyakan apakah dirinya merasa takut melintasi jembatan tersebut.
 
Citra mengaku saat itu tidak merasa takut karena menganggap jembatan tersebut baru selesai diperbaiki.
 
Namun, situasi berubah ketika jembatan mulai berguncang hebat. Citra mengaku panik karena mengetahui kondisi di bawah jembatan berupa jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.
 
Terlebih, dasar jurang tersebut dipenuhi bebatuan besar dan tidak terdapat aliran air karena kondisi sedang musim kemarau.
 
Citra menduga insiden tersebut terjadi akibat jembatan mengalami kelebihan beban atau over kapasitas. Sebagai rombongan yang berada di bagian depan bersama awak media, ia mengaku tidak mengetahui banyaknya warga yang ikut melintas di belakang rombongan.
 
"Kapasitasnya memang melebihi beban hingga akhirnya sling penahan putus. Saya baru tahu dari video yang viral kalau yang melintas di belakang ternyata sangat ramai," ucap Citra.
 
Insiden tersebut kemudian terekam dalam video dan beredar luas di media sosial. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi saat jembatan baru saja diresmikan dan dilintasi rombongan bersama masyarakat.