myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Modus Penipuan Berkedok Petugas PLN Terjadi di Cimerak, Pangandaran, Korban Diminta Uang Ganti ID Meteran

Oleh Amin Pnd pada Rabu, 29 Juli 2026 15:12 WIB

PANGANDARAN – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan aksi penipuan berkedok petugas PLN viral di media sosial. Dalam video tersebut, dua pria diduga mengaku sebagai petugas PLN meminta sejumlah uang kepada warga dengan alasan biaya pergantian nomor ID meteran listrik di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

 
Menanggapi video yang beredar, Manager ULP PLN Pangandaran, Diki Gunawan, memastikan bahwa kedua pria yang terekam dalam rekaman CCTV bukan merupakan petugas resmi PLN.
 
"Betul, kejadiannya kemarin. Kedua terduga pelaku bukanlah petugas resmi PLN. Mereka adalah oknum yang mengatasnamakan PLN," ujar Diki, Selasa (28/7/2026).
 
Berdasarkan laporan yang diterima PLN, sedikitnya terdapat dua korban dalam aksi tersebut. Total uang yang sempat diberikan kepada pelaku mencapai Rp100 ribu. Diki juga menyebut modus serupa dilaporkan terjadi di wilayah lain, termasuk Pameungpeuk.
 
"Informasi yang kami terima ada dua korban. Uang yang sempat diberikan sebesar Rp100 ribu. Kami juga mendapat kabar kejadian serupa terjadi hingga wilayah Pameungpeuk," katanya.
 
Peristiwa yang terekam CCTV itu terjadi sekitar pukul 11.06 WIB. Dalam rekaman terlihat dua pria mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah. Keduanya mengenakan helm dan jaket berwarna gelap sehingga wajah mereka sulit dikenali.
 
Salah seorang pelaku tampak berdiri di depan etalase pakaian sambil mengamati situasi sekitar. Sementara rekannya beberapa kali berjalan mondar-mandir dan berbicara dengan orang yang berada di dalam toko.
 
Pemilik toko pakaian, Hasan, mengatakan saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi karena sedang berada di rumah. Kedua pria tersebut lebih dahulu menghubunginya melalui telepon dan meminta uang sebesar Rp400 ribu dengan alasan biaya pergantian nomor ID meteran listrik.
 
Namun Hasan menolak permintaan tersebut dan meminta agar pembayaran dilakukan keesokan harinya saat dirinya berada di toko.
 
"Awalnya mereka meminta Rp400 ribu. Saya bilang besok saja kalau saya sudah ada di toko. Setelah telepon ditutup, ternyata mereka meminta uang kepada karyawan saya. Karena hasil jualan hari itu baru Rp100 ribu, uang itu akhirnya diberikan kepada mereka dengan alasan untuk mengganti nomor ID PLN," ungkap Hasan.
 
Setelah menerima uang, pelaku sempat memperlihatkan kuitansi berwarna kuning. Mereka berdalih kuitansi tersebut akan diberikan apabila pembayaran dilakukan penuh sebesar Rp400 ribu. Karena hanya menerima Rp100 ribu, kuitansi itu kembali dibawa oleh pelaku.
 
Hasan mengaku tidak dapat mengenali wajah kedua pelaku karena keduanya mengenakan helm selama berada di lokasi. Ia memperkirakan usia pelaku sekitar 37 hingga 40 tahun.
 
"Kejadiannya sekitar pukul 11.06 WIB. Mereka memakai helm, jadi wajahnya tidak terlihat jelas," katanya.
 
PLN ULP Pangandaran mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan PLN. Masyarakat diminta memastikan identitas petugas sebelum menerima layanan serta tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
 
PLN juga menegaskan bahwa petugas resmi tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening pribadi maupun meminta OTP, PIN, password, atau data pribadi pelanggan. Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui kanal resmi PLN.