myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Hasil Uji DLH Jabar ungkap Logam Berat Ditemukan di Dasar Laut Batu Hiu, HNSI: Jangan Hanya Evakuasi Kapal, Angkat Batu Baranya

Oleh Amin Pnd pada Kamis, 09 Juli 2026 18:38 WIB

PANGANDARAN - Hasil pengujian laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat resmi mengonfirmasi adanya pencemaran logam berat berkonsentrasi tinggi pada sedimen dasar laut di perairan Batu Hiu, Pangandaran. Pencemaran ini bersumber dari tumpahan material muatan kapal tongkang batu bara yang karam hampir sebulan lalu.

 
Merespons temuan krusial tersebut, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, pada rapat pemaparan teknis bersama Kemenhub dan HNSI di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pangandaran, mendesak seluruh pihak terkait untuk segera melakukan langkah evakuasi total dengan mengangkat material sisa batu bara dari dasar laut demi menyelamatkan sektor perikanan dan pariwisata daerah.
 
Berdasarkan dokumen hasil uji laboratorium DLH Jabar yang dirilis, terdapat sepuluh poin kesimpulan sementara. Pada poin kelima secara spesifik dinyatakan bahwa sedimen di dasar laut terbukti mengandung zat berbahaya yang relevan dengan unsur kimia batu bara, meliputi arsenik, krom, nikel, timbal, hingga merkuri. Hal ini membuktikan bahwa material batu bara telah mengendap dalam jumlah besar di zona perairan tersebut.
 
Jeje Wiradinata mengungkapkan, sebelum hasil uji laboratorium ini keluar, dirinya sempat menghadapi gelombang perundungan (bullying) dan sikap apatis dari berbagai pihak di media sosial lantaran dianggap terlalu vokal menyuarakan potensi bahaya limbah B3 ini.
 
"Saya di medsos dihabis, Pak, dibully dan sebagainya. Tetapi saya mempunyai keyakinan dengan apa yang saya tahu. Dan terbukti, sore ini keluar kesimpulan dari DLH Provinsi Jabar bahwa apa yang saya omongkan cukup terbukti. Hasil pengujian pada sedimen menunjukkan kandungan logam berat yang tinggi di dasar laut, seperti arsenik, krom, nikel, timbal, dan merkuri," ujar Jeje dengan tegas, Kamis (9/7/2026).
 
Menurut Jeje, penanganan fisik tongkang atau dampak visual di permukaan laut bukanlah persoalan utama yang harus diperdebatkan. Urusan yang paling fundamental dan mendesak saat ini adalah pembersihan total material yang telah mengendap di bawah air.
 
Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami belum memberikan keterangan kepada awak media terkait langkah pemerintah daerah dalam menangani dampak lingkungan akibat kapal kandas tersebut.
 
Usai menghadiri rapat pemaparan teknis bersama Kemenhub dan HNSI di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pangandaran, Citra langsung menuju kendaraan dinasnya ketika sejumlah wartawan berupaya meminta konfirmasi.
 
Saat ditanya mengenai langkah taktis pemerintah daerah dalam memitigasi potensi pencemaran batu bara di kawasan konservasi terumbu karang, Citra hanya menyampaikan bahwa dirinya harus segera meninggalkan lokasi untuk menghadiri agenda lain yang telah terjadwal.