myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

KSAD TNI Jenderal Maruli Simanjuntak Tinjau Jembatan Pongpet Margacinta Pangandaran

Oleh Amin Pnd pada Senin, 14 September 2026 13:38 WIB


PANGANDARAN – KSAD TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Senin (14/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan setelah tali sling pada bagian jembatan putus. Maruli mengatakan, peninjauan diperlukan agar evaluasi terhadap pembangunan jembatan dapat dilakukan secara tepat dan menjadi bahan perbaikan ke depan.

“Saya ingin lihat langsung supaya bisa betul-betul evaluasi kita tepat untuk ke depannya nanti, supaya menghindari ada kejadian-kejadian seperti ini,” kata Maruli.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan pihak TNI akan segera melakukan perbaikan.

“Saya sudah sampaikan, secara pertanggungjawaban saya mohon maaf atas kejadian ini. Tapi kami akan segera perbaiki dan saya kira jadi evaluasi kita supaya kita nanti bisa membuat yang lebih baik dan lebih aman ke depannya,” ujarnya.

Maruli menyebut terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dievaluasi, terutama pada pembangunan maupun perbaikan jembatan yang memanfaatkan struktur lama.

Menurutnya, struktur lama pada sejumlah jembatan memiliki tingkat kerumitan tersendiri apabila harus dibongkar dan dibangun kembali dari awal.

“Memang ada teknis-teknis yang kita juga evaluasi. Supaya nanti ke depan, memang yang agak rumit adalah jembatan-jembatan perbaikan,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah membongkar struktur lama dan mengerjakannya kembali dari awal apabila hasil evaluasi menyatakan langkah tersebut merupakan pilihan paling aman.

“Kalau memang itu pilihan yang terbaik, kita akan lakukan itu,” ujarnya.

Maruli juga menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan pemerintah desa, perangkat desa, Danramil, serta Kapolsek untuk menentukan langkah terbaik terkait penanganan Jembatan Pongpet.

Terkait kemungkinan pembangunan jembatan permanen, Maruli mengatakan keputusan tersebut berada pada kemampuan dan prioritas Pemerintah Daerah.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan gantung sejak awal dipilih sebagai solusi perintis karena biaya pembangunan jembatan beton dinilai jauh lebih besar.

“Kenapa kita membuat jembatan gantung? Karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton,” katanya.

Maruli menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan jembatan beton di lokasi tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurutnya, apabila Pemerintah Daerah memiliki kemampuan anggaran untuk membangun jembatan permanen, pembangunan tersebut dapat dilakukan.

“Kalau memang Pemda-nya punya uang, ya silakan bikin beton. Kalau besok siap, kita baru selesai terus Pemda-nya mampu buat beton, ya robohkan saja, nggak ada masalah. Memang namanya perintis,” ujarnya.

Maruli menegaskan, pembangunan jembatan gantung tersebut pada dasarnya dimaksudkan sebagai akses perintis untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Dengan adanya jembatan tersebut, waktu tempuh warga yang sebelumnya harus memutar dapat dipangkas secara signifikan.

“Emergency daripada masyarakat muter-muter satu jam kalau naik motor. Kalau lewat sini nggak ada lima menit,” kata Maruli.