Indonesia Derby 2026 di Pangandaran Dibanjiri Ribuan Penonton, Sulawesi Utara Juara Umum Kejurnas Seri I
Oleh Amin Pnd pada Senin, 27 Juli 2026 09:13 WIB
PANGANDARAN - Indonesia Derby 2026 sukses menjadi magnet olahraga berkuda nasional. Lebih dari 24.000 penonton memadati Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Minggu (26/7/2026), untuk menyaksikan persaingan 154 kuda pacu terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri I Indonesia`s Horse Racing (IHR) ini, Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum.
Keberhasilan Sulawesi Utara ditentukan dari akumulasi poin pada delapan kelas utama Kejurnas. Posisi kedua ditempati Jawa Barat, disusul Jawa Tengah di peringkat ketiga.
Salah satu penentu kemenangan Sulawesi Utara datang dari Zilong Rimboka yang tampil sebagai juara di kelas paling bergengsi, 3 Tahun Derby 2.000 meter. Kuda tersebut mengungguli Monochrome yang juga berasal dari Sulawesi Utara, sementara Suntora Berjaya dari Jakarta finis di posisi ketiga.
Tak kalah impresif, kontingen Jawa Barat mengoleksi poin penting lewat kemenangan Fiona of Khalim di Kelas 3 Tahun Remaja 1.600 meter dan Marino the King pada Kelas 2 Tahun Pemula A/B 1.400 meter. Sementara Princess Gavi dan Scarlett the Queen berhasil mengamankan podium kedua di kelas masing-masing.
Kontingen Jawa Tengah juga menunjukkan performa konsisten melalui kemenangan Lord Montjeu T.A. di Kelas 3 Tahun THB INA. Selain itu, YATarim T.A. meraih podium kedua di Kelas 4 Tahun C/D, sedangkan Nasron Aziza T.A. finis ketiga pada Kelas 2 Tahun THB INA.
Sementara itu, Papua Selatan mencuri perhatian di Kelas 4 Tahun A/B 2.000 meter setelah Kashmir BB menjadi juara dan Duke BB finis di posisi ketiga.
Secara keseluruhan, sebanyak 54 kuda berhasil naik podium dari 18 kelas yang dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
King Halim Stable menjadi stable paling dominan dengan torehan lima podium. Di bawahnya terdapat BHM Stable & Djons Stable, Miranda Stable, dan Tombo Ati Stable yang sama-sama mengoleksi tiga podium. Dari sektor joki, Angel Manarisip menjadi yang tersukses dengan enam kali naik podium, disusul Falentino Sangian dan Jemmy Runtu yang masing-masing mengoleksi empat podium.
Legok Jawa Kian Mendunia
Tak hanya menyuguhkan persaingan sengit, Indonesia Derby 2026 juga memperkenalkan Pangandaran ke panggung internasional. Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa yang dikenal sebagai satu dari dua lintasan pacuan kuda tepi pantai di dunia menghadirkan pengalaman unik dengan latar Samudera Hindia.
Dalam ajang ini, SARGA.CO juga untuk pertama kalinya menayangkan siaran langsung berbahasa Inggris melalui kanal YouTube Indonesia's Horse Racing sebagai bagian dari tema "Race to the World Stage".
CEO SARGA.CO, Nugdha Achadie, mengatakan antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga pacuan kuda terus berkembang di Indonesia.
"Masyarakat sudah memadati arena sejak pagi. Ini menunjukkan pacuan kuda memiliki potensi besar menjadi sportainment modern yang semakin diminati," ujarnya.
Ketua Komisi Pacu PP PORDASI, Munawir, menjelaskan Kejurnas Seri I akan dilanjutkan dengan Kejurnas Seri II yang mempertandingkan kelompok ketinggian untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, Founder & CEO Susi Air Susi Pudjiastuti mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Derby di Pangandaran dan berharap Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa terus dikembangkan sebagai pusat pacuan kuda nasional yang mampu menjadi tuan rumah agenda tahunan.
Senada, Director of Sales NEP Middle East & Asia (Southeast Asia), Sherman Tan, berharap kolaborasi NEP dengan SARGA.CO mampu menghasilkan kualitas siaran berstandar internasional sehingga Indonesia's Horse Racing semakin dikenal di dunia.
Indonesia Derby 2026 merupakan seri kelima dari delapan agenda Indonesia's Horse Racing 2026. Setelah Pangandaran, rangkaian kompetisi akan berlanjut ke IHR Cup Sumatera Barat pada Agustus mendatang.