myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Nelayan Temukan Diduga Mortir Berkarat di Pantai Timur Pangandaran, Polisi Pasang Garis Pengaman

Oleh Amin Pnd pada Jum'at, 06 November 2026 13:19 WIB

PANGANDARAN - Seorang nelayan menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan mortir saat mencari ikan di perairan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 08.45 WIB. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama unsur TNI dengan mengamankan lokasi.

 
Nelayan yang menemukan benda tersebut diketahui bernama Ade Lasamsudin (51). Awalnya, benda itu tersangkut di jaring ikan saat dirinya sedang beraktivitas di laut.
 
Setelah berhasil mengangkat jaring, Ade mendapati benda menyerupai mortir. Ia kemudian membawa benda tersebut ke pesisir pantai dan melaporkan penemuannya kepada petugas.
 
Menerima laporan tersebut, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Garis polisi (police line) dipasang di sekitar benda tersebut guna membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekat.
 
Kapolsek Pangandaran, AKP M. Farkhan, membenarkan adanya penemuan benda yang diduga merupakan bahan peledak tersebut.
 
Menurutnya, langkah pengamanan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari nelayan. Untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Pangandaran guna memastikan jenis dan asal-usul benda tersebut.
 
"Dari pengamatan awal, benda itu diduga merupakan mortir yang kemungkinan berasal dari sisa-sisa perang terdahulu. Kondisinya sudah sangat tua, berkarat, dan sebagian tidak utuh," ujar Farkhan.
 
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak.
 
"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila menemukan benda serupa. Jangan disentuh, dipindahkan, ataupun diutak-atik. Segera laporkan kepada pihak kepolisian atau TNI agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang," katanya.
 
Hingga berita ini ditulis, jenis, kondisi, serta asal-usul benda tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari petugas berwenang.