Rangkul Gen Z Lewat E-Sport, Polres Pangandaran Gelar Kompetisi Mobile Legends Kapolri Cup 2026
Oleh Amin Pnd pada Minggu, 28 Juni 2026 10:07 WIB
PANGANDARAN - Sorak sorai para peserta terdengar memenuhi Aula saat pertandingan Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup 2026 tingkat Polres Pangandaran dimulai. Jemari para peserta lincah menari di atas layar ponsel, menyusun strategi menuju kemenangan.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi cara Polres Pangandaran mendekatkan diri dengan generasi muda melalui dunia yang akrab dengan keseharian mereka, yakni e-sport.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyambut langsung para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan Generasi Z. Ia mengapresiasi antusiasme para gamer yang mengikuti kompetisi tersebut sekaligus mengajak mereka menjadikan hobi bermain game sebagai kegiatan yang positif.
“Selamat datang kepada seluruh peserta Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup 2026 tingkat Polres Pangandaran. Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Mari kita bersama-sama mendukung kegiatan ini,” ujar Ikrar, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian Hari Bhayangkara tahun ini memang dirancang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik yang tergabung dalam organisasi maupun masyarakat umum. Kehadiran turnamen e-sport menjadi salah satu bentuk keterlibatan anak muda dalam memeriahkan peringatan tersebut.
Kapolres menilai Mobile Legends bukan sekadar permainan, melainkan wadah yang dapat mengembangkan potensi apabila diarahkan dengan baik. Melalui turnamen resmi, para pemain memiliki ruang untuk menyalurkan bakat, membangun sportivitas, hingga membuka peluang berprestasi.
Pemenang Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup tingkat Polres Pangandaran nantinya akan mewakili daerahnya pada kompetisi tingkat Polda Jawa Barat. Jika berhasil menjadi juara, mereka berkesempatan melangkah ke tingkat nasional.
“Mudah-mudahan dari Pangandaran bisa mewakili Jawa Barat hingga tingkat nasional. Itu bukan hal yang tidak mungkin apabila seluruh peserta mampu memaksimalkan potensi dan memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Di balik semangat kompetisi, Ikrar juga menitipkan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar kegemaran bermain game tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum, terutama praktik perjudian online yang belakangan marak terjadi.
Berbekal pengalamannya saat bertugas menangani kasus siber, Kapolres mengaku memahami berbagai modus penyalahgunaan platform permainan digital. Karena itu, ia berharap para gamer di Pangandaran mampu menjadi contoh dengan memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Saya tidak ingin ada masyarakat, khususnya di Pangandaran, yang terlibat perjudian online. Bermain game silakan, berprestasi silakan, tetapi jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” pesannya.
Melalui turnamen ini, Polres Pangandaran berharap e-sport tidak lagi dipandang sekadar hiburan, melainkan menjadi ruang pembinaan generasi muda yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menciptakan komunitas digital yang sehat, sportif, dan bebas dari penyalahgunaan teknologi.