myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Bersatu Cegah Demam Berdarah Dengue

Oleh Amin Pnd pada Jum'at, 19 Juni 2026 08:15 WIB

PANGANDARAN - RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara bersama-sama. Upaya ini dinilai penting mengingat DBD masih menjadi salah satu penyakit yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa.

 
Dalam edukasi kesehatan yang disampaikan pada Kamis (18/6/2026), RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa DBD merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit secara drastis yang berisiko menimbulkan pendarahan hingga Sindrom Syok Dengue (Dengue Shock Syndrome/DSS).
 
Sindrom Syok Dengue merupakan komplikasi berat yang menyebabkan tekanan darah turun secara drastis sehingga membahayakan keselamatan pasien. Selain itu, penderita DBD juga berisiko mengalami pendarahan internal maupun eksternal akibat rendahnya kadar trombosit, yang ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, hingga munculnya memar pada kulit.
 
Apabila kondisi syok tidak segera ditangani, DBD dapat memicu kerusakan organ vital seperti hati, otak, dan jantung yang berujung pada kegagalan fungsi organ.
 
Untuk mencegah penyebaran DBD, masyarakat diimbau menerapkan metode 3M Plus yang terbukti efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
 
Langkah pertama adalah menguras dan menyikat tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, maupun toren secara rutin. Kedua, menutup rapat seluruh tempat penampungan air agar nyamuk tidak memiliki tempat untuk bertelur. Ketiga, mendaur ulang atau membuang barang-barang bekas yang berpotensi menampung genangan air, seperti kaleng, botol, dan ban bekas.
 
Selain itu, langkah "Plus" juga perlu dilakukan, di antaranya menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu saat tidur, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta memakai lotion atau obat anti nyamuk.
 
RSUD Pandega Pangandaran juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
 
"Ini merupakan tantangan bersama. Saatnya kita bersatu untuk mencegah dan saling melindungi dari bahaya demam berdarah di lingkungan sekitar," demikian imbauan RSUD Pandega Pangandaran.
 
Masyarakat yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Pandega Pangandaran. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, dan segera melaporkan gejala yang muncul, penyebaran DBD dapat ditekan demi mewujudkan masyarakat Pangandaran yang sehat dan bahagia.