myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Gelar Budaya di Rumah Makan, Cara Mina Family Menyajikan Rasa Pangandaran yang Tak Hanya Lewat Kuliner

Oleh Amin Pnd pada Minggu, 28 Juni 2026 07:04 WIB

PANGANDARAN - Di tengah ramainya kunjungan wisatawan yang menikmati panorama Pantai Pangandaran saat musim liburan, ada pemandangan berbeda di Rumah Makan Mina Family. Bukan hanya aroma hidangan laut yang menggoda selera, tetapi juga alunan musik tradisional dan gerak gemulai para penari yang menyambut pengunjung.

 
Bagi pengelola Rumah Makan Mina Family, Iwan Sofa, budaya bukan sekadar hiburan. Baginya, kesenian merupakan bagian penting yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata Pangandaran.
 
Ia meyakini, keindahan alam yang dimiliki Pangandaran sudah menjadi magnet utama bagi wisatawan. Namun, agar pengalaman berlibur semakin berkesan, wisatawan juga perlu dikenalkan dengan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas daerah.
 
"Alam kita sudah bagus, sudah ditata dengan baik dan didukung kebijakan pemerintah daerah. Tinggal bagaimana para pelaku wisata ikut mendukungnya, salah satunya melalui kegiatan gelar budaya yang diharapkan dapat menambah daya tarik wisata di Pangandaran," ujar Iwan.
 
Menurutnya, wisatawan tidak hanya ingin menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman yang berbeda. Karena itu, budaya khas Pangandaran harus menjadi sajian yang melengkapi pesona alam yang telah dimiliki.
 
Ia berharap para pengunjung dapat membawa pulang cerita tentang budaya endemik Pangandaran sebagai bagian dari kearifan lokal yang sulit ditemukan di daerah lain.
 
Komitmen tersebut bukan sekadar wacana. Iwan mengaku telah lama merintis pembinaan terhadap sejumlah sanggar tari sebagai upaya menjaga sekaligus mengenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat dan wisatawan.
 
"Untuk saat ini kami membina sanggar tari. Ke depan kami juga akan membina sanggar karawitan, termasuk kesenian gamelan tradisional," katanya.
 
Melalui pembinaan itu, Mina Family ingin menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya. Panggung-panggung budaya yang digelar secara rutin diharapkan mampu menjadi wadah aktualisasi sekaligus hiburan bagi wisatawan.
 
Iwan berharap langkah tersebut dapat menginspirasi pelaku usaha wisata lainnya, mulai dari rumah makan, restoran hingga hotel, untuk ikut menghadirkan pertunjukan budaya sebagai bagian dari pelayanan kepada wisatawan.
 
"Budaya adalah aset yang sangat berharga bagi Pangandaran. Sudah saatnya semua pelaku wisata ikut memperkenalkannya," ujarnya.
 
Tak berhenti di sana, Mina Family juga telah menyiapkan agenda budaya berikutnya. Pada momen bulan purnama, mereka berencana menggelar konser Ronggeng Amen, sebuah pertunjukan seni tradisional yang mengajak penonton untuk ikut menari dan berinteraksi langsung bersama para seniman.
 
Konsep tersebut diyakini akan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih hidup, di mana pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari pertunjukan budaya itu sendiri.
 
"Semoga upaya ini mendapat dukungan dari semua pihak. Harapan kami sederhana, budaya Pangandaran bisa terus hidup, berkembang, dan menjadi suguhan yang selalu dinantikan wisatawan yang datang ke Pangandaran," pungkas Iwan.