Selada Hidroponik Laris, Petani Muda Ciganjeng Kewalahan Penuhi Pasokan
Oleh Amin Pnd pada Kamis, 23 April 2026 18:55 WIB
PANGANDARAN - Kehadiran SPPG membuka peluang usaha baru bagi petani selada di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Komoditas sayuran segar ini menjadi salah satu kebutuhan utama dapur MBG, sehingga permintaannya terus meningkat.
Di bawah bimbingan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, para petani muda setempat mulai mengembangkan budidaya selada dengan sistem hidroponik. Metode ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi, lebih higienis, serta mampu memenuhi standar pasar modern, termasuk kebutuhan dapur MBG.
Salah satu petani muda, Kusnandar, mengatakan kelompoknya kini mampu memasok selada hidroponik segar ke sejumlah SPPG dengan kapasitas mencapai kuintalan setiap hari.
“Kami memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam selada hidroponik. Selain lebih bersih dan higienis, kualitasnya juga lebih baik sehingga mudah diterima pasar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Namun, tingginya permintaan belum sepenuhnya dapat terpenuhi. Kusnandar menyebut, setidaknya terdapat sekitar 10 SPPG yang membutuhkan pasokan hingga dua kuintal per hari. Sementara saat ini, kelompoknya baru mampu memenuhi sekitar satu kuintal per hari akibat keterbatasan bahan baku.
Kondisi tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian hortikultura di Pangandaran, sekaligus peluang pengembangan usaha bagi petani muda untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar.