myPangandaran News | Berita Pangandaran Terkini

Bupati Pangandaran Klarifikasi Isu Anggaran Rp2 Miliar untuk Milangkala

Oleh Amin Pnd pada Senin, 05 Oktober 2026 17:44 WIB

PANGANDARAN - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami meluruskan informasi yang beredar terkait anggaran hingga Rp2 miliar untuk pelaksanaan Milangkala Kabupaten Pangandaran.

 
Citra menegaskan, angka Rp2 miliar yang beredar bukan merupakan anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk kegiatan Milangkala.
 
“Yang beredar, saya juga nggak ngerti itu anggarannya dan datanya dari mana,” kata Citra, Senin (5/10/2026).
 
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini masih mengalami defisit. Karena itu, pemerintah daerah tidak mungkin mengalokasikan anggaran besar hanya untuk kegiatan seremonial.
 
“Sekalipun ada uang, nggak mungkin juga saya ngabis-ngabisin uang buat seremonial,” ujarnya.
 
Citra meminta masyarakat maupun media mengecek langsung besaran anggaran kegiatan tersebut kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.
 
Ia menjelaskan, kegiatan Milangkala merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk mengangkat potensi budaya dan pariwisata daerah.
 
“Setiap tahun kita merayakan Milangkala. Wajarlah, saya rasa sebagai ungkapan rasa syukur kita,” katanya.
 
Sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya karnaval, pagelaran Ronggeng Amen, lomba memasak Pindang Gunung, kuda lumping, perlombaan olahraga hingga kegiatan keagamaan.
 
Menurut Citra, kegiatan tersebut justru menjadi bagian dari upaya mempromosikan budaya dan kuliner khas Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata.
 
“Ronggeng Amen itu budaya kita yang saya rasa harus diangkat dan harus dipublikasikan karena kita merupakan daerah wisata,” ujarnya.
 
Sementara untuk hiburan, Citra menyebut salah satu penampil yang hadir adalah grup musik Letto. Ia menegaskan, kegiatan hiburan tersebut tidak seluruhnya menggunakan APBD karena terdapat dukungan dari pihak lain.
 
“Kemarin juga sama, kita dibayarin oleh BJB,” katanya.
 
Soal Uang Infak
 
Citra juga meluruskan isu mengenai uang infak yang dikaitkan dengan pelaksanaan Milangkala.
 
Ia memastikan uang infak tersebut tidak akan digunakan untuk membiayai kegiatan Milangkala, melainkan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
 
“Kalau infak itu uangnya nanti akan kita kasih ke fakir miskin. Nggak ada urusan dengan uang infak dipakai Milangkala, nggaklah,” tegasnya.
 
Menurut Citra, pengumpulan infak tersebut berkaitan dengan momentum Milangkala ke-14. Nominal infak yang diberikan masyarakat pun tidak ditentukan dan tidak bersifat wajib.
 
“Mau 14 perak mangga, mau Rp14 ribu mangga, mau Rp144 ribu, bebas. Nggak ada paksaan,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim.
 
“Uang itu akan disalurkan kepada fakir miskin, kepada anak yatim. Nggak ada urusan dengan anggaran Milangkala,” katanya.
 
Citra kembali menegaskan bahwa tidak ada anggaran Rp2 miliar untuk Milangkala seperti yang ramai diperbincangkan.
 
“Dan nggak ada Rp2 miliar, Rp2 miliar. Tolong ya, teman-teman juga minta diluruskan,” ucapnya.
 
Ia menyebut, jika benar terdapat anggaran sebesar itu, menurutnya lebih baik digunakan untuk kebutuhan lain mengingat kondisi keuangan daerah masih mengalami defisit.
 
“Kalau ada Rp2 miliar, kita masih defisit. Mending dipakai bayar utang, dibanding hura-hura,” katanya.
 
Citra memastikan pelaksanaan Milangkala tetap dilakukan secara sederhana dengan menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
 
“Anggarannya itu hanya, ceklah ke Dinas Pariwisata, paling berapa ratuslah untuk kegiatan yang biasa. Nggak ada yang lebih,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, perbedaan kegiatan Milangkala tahun ini dibanding sebelumnya antara lain adanya lomba memasak Pindang Gunung dan kuda lumping yang dinilai penting untuk memperkenalkan budaya serta kuliner khas Pangandaran kepada masyarakat luas.